Kamis, 21 Maret 2019 17:53 WITA

Tergiur Pinjaman Rp100 Juta Via Online, Andi Tenri Tertipu Rp10 Juta

Penulis: Bayu
Editor: Aswad Syam
Tergiur Pinjaman Rp100 Juta Via Online, Andi Tenri Tertipu Rp10 Juta
Dua pelaku penipuan koperasi online dihadirkan pada konferensi pers di Mapolres Luwu Utara, Kamis, 21 Maret 2019.

RAKYATKU.COM, LUWU UTARA -  Rabu, 20 Maret 2019, Satreskrim Polres Luwu Utara, berhasil mengungkap penipuan online yang melibatkan dua warga Malangke Barat, Luwu Utara. Korbannya bernama Andi Tenri. Kerugiannya total Rp10 juta. 

Kapolres Luwu Utara AKBP Boy F.S Samola, didampingi Kasat Reskrim Polres Luwu Utara Iptu Samsul Rijal, pada konferensi pers, Kamis, 21 Maret 2019 mengungkapkan, pihaknya sudah mengamankan tersangka Jihad alias Bonet alias Hadi Sudarsono, yang berperan sebagai staff management pencairan dana pinjaman, bersama-sama dengan Ferdiansyah alias Gandi Syafaat Rahmat yang berperan sebagai admin marketing.

Keduanya memasang iklan di media sosial Instagram dengan nama akun KSP Sejahtera Bersama, meminjamkan sejumlah uang dengan persyaratan ringan.

Dengan iklan tersebut, korban Andi Tenri tergiur dengan iming-iming tersangka, sehingga korban melakukan chatting Messenger untuk meminta pinjaman sebesar Rp100 juta dengan angsuran sebesar Rp2.250.000 selama 4 tahun atau 48 bulan.

Tersangka Ferdiansyah, mengarahkan korban untuk berkomunikasi melalui WhatsApp dan menggunakan handphone, kemudian korban diminta mengirimkan biaya administrasi berupa biaya deposit sebesar Rp1.500.000, selanjutnya biaya asuransi sebesar Rp3.900.000 berikut biaya aktivasi pencairan sebesar Rp4.600.000 dengan total keseluruhan Rp10 juta.

Korban kemudian mengirim biaya-biaya yang dimaksud. Namun setelah dilakukan pengecekan pada rekening BRI milik orang tua korban, uang yang dijanjikan tersebut tidak ada.

Korban merasa tertipu dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Luwu Utara pada 19 Maret 2019.

Loading...

Kejadian tersebut membuat unit Resmob dan unit Tipiter Satreskrim Polres Luwu Utara bersama-sama melakukan pengecekan terhadap transaksi yang dilakukan korban Andi Tenri, kepada rekening pemilik tersangka.

Diperoleh informasi dari pihak bank, bahwa uang yang ditransfer oleh korban pada tersangka  dilakukan penarikan pada bank BRI unit Pasar Sentral Palopo. Selanjutnya tim langsung melakukan pengecekan sifat dan ciri-ciri pelaku, kemudian tim melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Barang bukti yang diamankan, uang tunai sebesar Rp5.185.000, 5 unit HP yakni handphone Aldo F16, Oppo F9, Realme, Samsung J2 pro, Samsung A6 Plus, 6 buah kartu Sim Telkomsel dan satu buah kartu Indosat, 2 buah kartu ATM BRI dan CIMB Niaga serta dua buah dompet.

Kami melakukan pengecekan rekening ke bank BRI yang terkait masalah tersebut dan benar korban melakukan transaksi ke rekening tersebut.

Tersangka dijerat dengan pasal 45 A Jo Pasal 28 Ayat 1 UU RI No 19 TH 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE Dengan ancaman 6 Tahun penjara dan denda paling banyak 1.000.000.000 dan pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 Tahun penjara,” tutup Kapolres Luwu Utara AKBP Boy.

Loading...
Loading...