Kamis, 21 Maret 2019 12:51 WITA

Survei Kompas: 41,7% Kader Golkar Membelot ke Prabowo-Sandi

Editor: Mulyadi Abdillah
Survei Kompas: 41,7% Kader Golkar Membelot ke Prabowo-Sandi

RAKYATKU.COM - Kader parpol tak selamanya sejalan dengan pilihan politik partai di Pilpres 2019. Salah satunya mesin parpol Golkar yang mengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Hal ini terkuak dari data survei Litbang Kompas, Maret 2019. Partai Golkar disebutkan memiliki kader terbanyak yang membelot ke Prabowo-Sandi. Sebanyak 41,7 persen kader Golkar mendukung Prabowo-Sandi, sementara kader yang masih mendukung Jokowi-Ma'ruf sekitar 55,1 persen.

Partai Hanura menduduki posisi kedua. Sebanyak 38,9 persen kader Hanura membelot ke Prabowo - Sandi, sementara 61,1 persen mendukung Jokowi - Ma'ruf.

Posisi ketiga ditempati PKB. Sebanyak 30,1 persen kader PKB mendukung Prabowo - Sandi. Namun loyalitas kader yang mendukung Jokowi - Ma'ruf tetap tinggi sekitar 65,4 persen. Disusul PPP, sebanyak 30,1 persen kader mendukung Prabowo - Sandi daripada Jokowi - Ma'ruf yang mendapat dukungan 66,7 persen kader.

Partai besutan Surya Paloh, NasDem, memiliki kader yang loyal ke Jokowi - Ma'ruf dengan angka yang cukup tinggi, sekitar 80,8 persen. Namun sebanyak 15,4 kader mendukung Prabowo - Sandi.

Terakhir, PDIP sebagai parpol utama pendukung Jokowi - Ma'ruf masih memiliki banyak kader yang loyal, mencapai angka 95 persen. Sementara kader yang mendukung Prabowo - Sandi sangat kecil, sekitar 3 persen.

Loading...

Kondisi serupa juga dialami parpol pengusung Prabowo-Sandi. Sebanyak 35,1 persen membelot ke pasangan Jokowi-Ma'ruf. Selebihnya konsisten mengusung Prabowo-Sandi.

Sementara untuk pemilih Demokrat, 66,3 persen memilih Prabowo-Sandi dan 31,5 persen mendukung Jokowi-Ma'ruf. 
Ada 12,4 pemilih PKS yang memilih Jokowi-Ma'ruf. Sementara 85,4 persen lainnya mendukung Prabowo-Sandi. 

Khusus kader Gerindra memilih Prabowo-Sandi dengan 92,4 persen dan 6,2 persen kader Gerindra yang memilih Jokowi-Ma'ruf. 

Data survei diambil melalui wawancara tatap muka dari 22 Februari-5 Maret 2019. Ada 2.000 responden yang dipilih acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error 2,2 persen.

Loading...
Loading...