Kamis, 21 Maret 2019 07:00 WITA

Gawat, Dua Penjahat Ketahuan Jadi Caleg, 81 Mantan Napi Korupsi

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Gawat, Dua Penjahat Ketahuan Jadi Caleg, 81 Mantan Napi Korupsi
SP, caleg yang diduga bos komplotan penjahat yang ditangkap di Bogor.

RAKYATKU.COM - Masa depan bangsa cukup mengkhawatirkan. Di antara banyak orang-orang baik yang bersaing menuju parlemen, terselip sejumlah bos penjahat. Belum lagi 81 nama yang diidentifikasi KPU sebagai mantan napi korupsi.

Beruntung, dua penjahat yang ketahuan jadi caleg sudah ditangani polisi. Seorang caleg DPRD Pasaman Barat, Sumatera Barat berinisial AH lebih dahulu ditangkap. Dia ketahuan mencabuli anak kandungnya selama delapan tahun sejak kelas tiga SD.

AH diketahui sebagai tokoh eksternal yang bergabung dengan parpol berbasis Islam menjelang Pemilu 2019. Dia ditangkap Polres Pasaman Barat setelah sempat melarikan diri beberapa hari.

Kedua, caleg dari luar Jawa berinisial SP. Dia diduga menjadi ketua komplotan pencuri dengan modus gembos ban. SP ditangkap tim Satreskrim Polres Bogor. Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi mengatakan SP diduga menjadi "kapten" yang mengelola pembagian tugas anggota komplotan pencuri. 

SP ditangkap bersama empat orang lainnya yakni, AM (32), NJ (42), HR (28) dan NA (31). Komplotan pencuri dengan modus gembos ban dan pecah kaca ini, beraksi sejak 3 bulan lalu di wilayah Bogor, Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Kelima pelaku ditangkap pada 13 Maret 2019 setelah beraksi di kawasan GOR Pakansari, Cibinong, Bogor, pada 4 Maret 2019. 

Sebelumnya, KPU RI mengumumkan 81 caleg yang diketahui pernah menjadi terpidana kasus korupsi. Awalnya KPU hanya mengumumkan 49 nama. Belakangan, kembali ditemukan 32 nama baru caleg eks koruptor.

"Kami menerima kembali data baru dari teman-teman kabupaten kota dan provinsi. Yang baru itu ada sekitar 32 orang dari beberapa caleg DPRD provinsi dan caleg DPRD kabupaten/kota, tapi tidak ada penambahan untuk DPD. Jadi DPD tetap tujuh orang," ucap komisioner KPU Ilham Saputra, Selasa (19/2/2019). 

DAFTAR MANTAN NAPI KORUPSI YANG JADI CALEG/CALON DPD

1. Partai Golkar
-Hamid Usman, DPRD Provinsi Maluku Utara
-Desi Yusandi, DPRD Provinsi Banten
-Agus Mulyadi, DPRD Provinsi Banten
-Petrus Nauw, DPRD Provinsi Papua Barat
-Heri Baelanu, DPRD Kabupaten Pandeglang
-Dede Widarso, DPRD Kabupaten Pandeglang
-Saiful T Lami, DPRD Kabupaten Tojo Una Una
-Edy Muklison, DPRD Kabupaten Blitar
-Achmad Junaidi Sunardi, DPRD Provinsi Lampung
-Christofel Wonatorei, DPRD Kabupaten Waropen

2. Partai Gerindra
-Mohamad Taufik, DPRD Provinsi DKI Jakarta
-Herry Jones Kere, DPRD Provinsi Sulawesi Utara
-Husen Kausaha, DPRD Provinsi Maluku Utara
-Ferizal, DPRD Kabupaten Belitung Timur
-Mirhammuddin, DPRD Kabupaten Belitung Timur
-Alhajad Syahyan, DPRD Kabupaten Tanggamus

3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
-Abner Reinal Jitmau, DPRD Provinsi Papua Barat
-Mat Muhizar, DPRD Kabupaten Pesisir Barat

4. Partai Garuda
-Ariston Moho, DPRD Kabupaten Nias Selatan
-Yulius Dakhi, DPRD Kabupaten Nias Selatan

5. Partai Keadilan Sejahtera
-Maksum Dg Mannassa, DPRD Kabupaten Mamuju
-Muhammad Zen, DPRD Kabupaten Okut Timur

Loading...

6. Partai Hanura
-Midasir, DPRD Provinsi Jawa Tengah
-Welhelmus Tahalele, DPRD Provinsi Maluku Utara
-Ahmad Ibrahim, DPRD Provinsi Maluku Utara
-H.M Warsit, DPRD Kabupaten Blora
-Moh Nur Hasan, DPRD Kabupaten Rembang
-Muhammad Asril Ahmad, DPRD Provinsi Maluku Utara
-Rachmad Santoso, DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
-Darjis, DPRD Kabupaten Ogan Ilir
-Andi Wahyudi Entong, DPRD Kabupaten Pinrang
-Hasanudin, DPRD Kabupaten Banjarnegara
-Bonar Zeitsel Ambarita, DPRD Kabupaten Simalungun

7. Partai Amanat Nasional
-Abd Fattah, DPRD Provinsi Jambi
-Masri, DPRD Kabupaten Belitung Timur
-Muhammad Afrizal, DPRD Kabupaten Lingga
-Bahri Syamsu Arief, DPRD Kabupaten Cilegon
-Bonanza Kesuma, DPRD Provinsi Lampung
-Firdaus Obrini, DPRD Kota Pagar Alam

8. Partai Demokrat
-Jones Khan, DPRD Kota Pagar Alam
-Jhony Husban, DPRD Kota Cilegon
-Syamsudin, DPRD Kabupaten Lombok Tengah
-Darmawaty Dareho, DPRD Kabupaten Manado
-Firdaus Djailani, DPRD Provinsi Bengkulu
-Farit Wijaya, DPRD Kabupaten Pesisit Barat
-Imam Subandi, DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir
-Syamsudin Olii, DPRD Kabupaten Bolaang Mangondow Utara
-Rahmanuddin, DPRD Kabupaten Luwu Utara
-Polman, DPRD Kabupaten Simalungun

9. Partai Berkarya
-Meike Nangka, DPRD Provinsi Sulawesi Utara
-Arief Armaiyn, DPRD Provinsi Maluku Utara
-Yohanes Marinus Kota, DPRD Kabupaten Ende
-Andi Muttamar Mattotorang, DPRD Kabupaten Bulukumba
-Muhlis, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan
-Zambri, DPRD Kabupaten Pasaman Barat
-Djekmon Amisi, DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud

10. Partai Perindo
-Smuel Buntuang, DPRD Provinsi Gorontalo
-Zukfikri, DPRD Kota Pagar Alam
-Andi Gunawan, DPRD Kabupaten Lampung Timur
-Ramadhan Umasangaji, DPRD Kota Parepare

11. PKPI
-Matius Tungka, DPRD Kabupaten Poso
-Joni Cornelius Tondok, DPRD Kabupaten Toraja Utara
-Raja Zulhindra, DPRD Kabupaten Indragiri Hulu
-Yuridis, DPRD Kabupaten Indragiri Hulu

12. Partai Bulan Bintang
-Nasrullah Hamka, DPRD Provinsi Jambi
-Sahlan Sirad, DPRD Provinsi Bengkulu
-Syaifullah, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

13. PPP
-Emil Silfan, DPRD Kabupaten Musi Banyuasin
-Ujang Hasan, DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah
-Rommy Krishna, DPRD Kabupaten Lubuklinggau

PKB
-Usman Effendi, DPRD Kabupaten Pesawaran
-EU K Lenta, DPRD Kabupaten Morowali Utara

CALON DPD:

1. DPD Provinsi Aceh, Abdullah Puteh Nomor 21
2. DPD Provinsi Sumatera Utara, Abdillah Nomor 39
3. DPD Provinsi Bangka Belitung, Hamzah Nomor 35
4. DPD Provinsi Sumatera Selatan, Lucianty Nomor 41
5. DPD Kalimantan Tengah, Ririn Rosyana Nomor 41
6. DPD Sulawesi Tenggara, La Ode Bariun Nomor 68
7. DPD Provinsi Sulawesi Tenggara, Masyhur Masie Abunawas Nomor 69
8. DPD Provinsi Sulawesi Tenggara, A Yani Muluk Nomor 67
9. DPD Provinsi Sulawesi Utara, Syachrial Kui Damapolii Nomor 40

Loading...
Loading...