Rabu, 20 Maret 2019 17:56 WITA

Lagi Tunggu Pembeli Narkoba, IRT di Galangan Kapal, Dibekuk Tim Elang

Penulis: Azwar Basir
Editor: Aswad Syam
Lagi Tunggu Pembeli Narkoba, IRT di Galangan Kapal, Dibekuk Tim Elang
Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKP Indra Waspada Yudha dalam konferensi pers di Polrestabes Makassar, Rabu, (20/3/2019).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Minggu, 17 Maret 2019. Saat itu, Norma sedang celingak-celinguk di rumahnya. Ibu rumah tangga berusia 40 tahun itu, tampak gelisah.

Norma berprofesi sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Butiran kristal bening itu, telah dikemas dalam saset kecil.

Setiap saset dia jual Rp20 ribu. Pembelinya adalah para sopir-sopir angkutan kota (angkot).

Hari itu dia sedang menunggu pembeli. Seorang sopir angkot baru saja membeli paketnya. Dia masih menunggu langganan lainnya, ketika beberapa pria berbadan tegap yang datang.

Mereka adalah Tim Elang Satuan Narkoba Kepolisian Resort Kota Makassar.

Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKP Indra Waspada Yudha di Polrestabes Makassar, Rabu, (20/3/2019) mengatakan, ibu rumah tangga, itu ditangkap di rumahnya saat selesai melakukan jual beli narkoba.

Loading...

"Telah dilaksanakan pengungkapan narkotika, TKP di Galangan kapal diamankan perempuan norma 40 tahun, BB 17 saset diduga narkotika jenis sabu-sabu," ujar AKP Indra Waspada Yudha.

Norma kata Indra, sudah 2 bulan menjalankan aksinya tersebut. Ia ditangkap oleh Tim Elang Narkoba Polrestabes Makassar, setelah tim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di rumahnya sering terjadi jual beli narkotika.

"Kita dapat informasi dari masyarakat, bahwa di tempat itu sering terjadi jual beli narkotika. Makanya kita bersama Tim Elang langsung menuju ke lokasi dan mendapatkan wanita N sendiri di rumahnya," katanya.

Ibu rumah tangga tersebut sudah memiliki pembeli tetap, sehingga dia tinggal menunggu pembelinya di rumahnya. Apalagi sesuai pengakuan Norma, pembelinya rata-rata sopir angkutan umum.

"Cara jualnya dia langsung berhubungan dengan pembeli. Pembeli datang ke rumahnya dan rata-rata pembelinya sopir angkutan yang membeli Rp20 ribu per saset," tutupnya.

Loading...
Loading...