Rabu, 20 Maret 2019 14:59 WITA

Selamat di Suriah, Ayah dan Anak Tewas di Selandia Baru, Hari ini Dimakamkan Bersama

Editor: Suriawati
Selamat di Suriah, Ayah dan Anak Tewas di Selandia Baru, Hari ini Dimakamkan Bersama
Reuters

RAKYATKU.COM - Seorang ayah dan anak laki-lakinya yang menjadi korban penembakan di Selandia Baru dimakamkan hari ini.

Khaled Mustafa, 44 tahun, dan Hamza 16 tahun adalah warga Suriah. Mereka datang sebagai pengungsi ke Selandia Baru tahun lalu.

Keduanya terbunuh di masjid Al-Noor, ketika penembakan terjadi.

Khaled meninggalkan seorang istri dan seorang putra berusia 13 tahun, bernama Zaid Mustafa. Dia juga berada di masjid, namun beruntung dia hanya terluka.

Zaid Mustafa menghadiri pemakaman dengan menggunakan kursi roda.

"Saya seharusnya tidak berdiri di depan kalian. Saya harus berbaring di samping kalian," kata Zaid, seperti dikutip oleh AFP.

Selamat di Suriah, Ayah dan Anak Tewas di Selandia Baru, Hari ini Dimakamkan BersamaMenurut laporan Daily Mirror, Hamza sedang menelepon ibunya ketika dia ditembak mati di dalam masjid.

Remaja itu kabarnya mati-matian berusaha melarikan diri dari pria bersenjata, bersama Zaid ketika dia menelepon.

Awal minggu ini ibunya menceritakan bagaimana dia mendengarkan putranya sekarat setelah dia ditembak.

"Dia berkata: Bu, ada seseorang yang datang ke masjid dan dia menembak kami," kenang ibunya, Salwa.

Loading...

“Dia berlari dengan saudaranya yang tertembak di kakinya."

“Setelah itu saya mendengar suara tembakan dan dia menjerit dan setelah itu saya tidak mendengarnya."

"Aku memanggil Hamza, Hamza, dan aku bisa mendengar suara kecilnya dan setelah itu hening."

Salwa mengatakan dia mencoba untuk berbicara dengan putranya tapi tidak ada jawaban.

"Ponselnya menyala, tapi saya tidak bisa berbicara dengannya," tambahnya. "Lalu seseorang mengangkat telepon dan berkata: putramu tidak bisa bernapas, saya pikir dia sudah mati'."

Selamat di Suriah, Ayah dan Anak Tewas di Selandia Baru, Hari ini Dimakamkan BersamaKeluarga itu baru tiba di Selandia Baru Juli lalu setelah melarikan diri dari kengerian Suriah, untuk memulai awal yang baru.

Teman Khaled, Ali Akil mengatakan: “Mereka selamat dari kekejaman dan tiba di sini di tempat yang aman, hanya untuk dibunuh dengan cara yang paling kejam."

“Mereka hanya mencari tempat yang aman. Sayangnya kami tidak dapat mengklaim bahwa Selandia Baru adalah tempat yang aman lagi.

Loading...
Loading...