Selasa, 19 Maret 2019 08:44 WITA

Jokowi Lelang Koleksi Pribadi Demi Bayar Saksi, Kehabisan Dana Kampanye?

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Jokowi Lelang Koleksi Pribadi Demi Bayar Saksi, Kehabisan Dana Kampanye?
Presiden Joko Widodo.

RAKYATKU.COM - Penampilan Presiden Joko Widodo selalu mendapatkan sorotan publik. Tak heran, sejumlah barang koleksi pribadi milik capres nomor urut 01 itupun menjadi incaran.

Berangkat dari disitu, Jokowi melelang sejumlah koleksi pribadinya. Barang-barang yang dilelang di antaranya sepeda motor, helm, dan jaket. Barang itu merupakan koleksi dan pernah dipakai Jokowi. 

Ketua TKD Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin mengatakan, lelang tersebut dilakukan untuk pembiayaan kampanye Jokowi-Ma'ruf di Jawa Timur. 

Salah satunya, kata dia, yakni pembiayaan saksi saat hari pemungutan suara 17 April nanti. 

"TPS-nya 132 ribu, kali dua (orang) setiap TPS, di tambah biaya per orang, cukup banyak," kata mantan Kapolda Jatim ini. 

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir membantah tudingan yang menyebutkan bahwa pelelangan barang pribadi milik Jokowi dilakukan karena kehabisan dana kampanye menjelang Pilpres 2019. 

"Ya saya rasa begini, kalau memang kita kehabisan amunisi buktinya kita jalan terus, bagus acaranya, luar biasa. Biasa kan zaman sekarang senang hoaks," kata Erick, usai acara pelelangan barang koleksi Jokowi di Hotel Shangri-la, Surabaya, Senin (18/3) malam. 

Loading...

Erick menilai, lelang ini justru memberikan hal positif lantaran dapat mengajak masyarakat terlibat langsung, serta memicu keterbukaan masyarakat bergotong-royong dalam pesta demokrasi.

"Filosofi kita sebagai bangsa kan gotong royong. Jadi ini hal-hal yang positif," bebernya, dikutip CNNIndonesia.

Erick mengatakan malam pelelangan ini merupakan gelaran yang kedua kalinya diselenggarakan. Sebelumnya, acara serupa juga pernah dihelat di Jakarta. 

Seluruh hasil pelelangan barang-barang mantan Gubernur DKI Jakarta ini nantinya juga akan dilaporkan pihaknya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

"Saya rasa bagus nanti responsnya, tentu kita laporkan semuanya secara transparan ke KPU dan ini merupakan malam dana kedua setelah Jakarta," tukasnya.
 

Loading...
Loading...