Selasa, 19 Maret 2019 06:41 WITA

Rencana Bom Etihad Gagal, Dua Bersaudara Ini Beralih ke Teror Gas Beracun

Editor: Aswad Syam
Rencana Bom Etihad Gagal, Dua Bersaudara Ini Beralih ke Teror Gas Beracun
Etihad

RAKYATKU.COM, SYDNEY - Dua bersaudara, berencana untuk menjatuhkan penerbangan Etihad dari Sydney dengan sebuah bom, yang disembunyikan di penggiling daging.

Ketika rencana itu gagal, mereka kemudian merencanakan serangan gas beracun yang mematikan. Demikian terungkap di Pengadilan New South Wales, Australia, Senin (18/3/2019).

Khaled Khayat (52), dan adiknya, Mahmoud Khayat (34), telah mengaku tidak bersalah di Mahkamah Agung NSW. 

"Serangan gas itu, melibatkan anggota masyarakat yang terpapar zat beracun di ruang tertutup," kata jaksa Lincoln Crowley QC dalam pidato pembukaan mahkota, Senin.

Khaled dan Mahmoud dituduh berkonspirasi - antara 20 Januari dan 29 Juli 2017 - dengan saudara mereka Tarek di Suriah, dan orang lain, untuk melakukan tindakan dalam persiapan, atau perencanaan, tindakan teroris.

Loading...

Polisi Federal Australia menuduh, Tarek yang berusia 48 tahun mengarahkan saudara-saudaranya yang berbasis di Sydney, untuk menanam bom di penerbangan Etihad.

Mereka dituduh meletakkan bom di dalam bagasi saudara keempat mereka Amer, yang tak menyadari ada bom di bagasinya, dalam penerbangan dari Sydney ke Abu Dhabi. 

Pihak berwenang mengatakan, rencana itu digagalkan hanya ketika staf check-in Etihad memberi tahu Amer Khayat, bahwa tasnya kelebihan berat. 

Benda yang diduga bom telah dikeluarkan dan Amer melanjutkan perjalanannya. Etihad pun aman.

Loading...
Loading...