Minggu, 17 Maret 2019 17:39 WITA

Erdogan Buka Suara, Teroris di Selandia Baru Sempat Ancam Turki

Editor: Andi Chaerul Fadli
Erdogan Buka Suara, Teroris di Selandia Baru Sempat Ancam Turki

RAKYATKU.COM - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menunjukkan rekaman video pada rapat umum pemilihan dari serangan terhadap dua masjid Selandia Baru yang menewaskan 50 orang dan mengatakan orang yang dicurigai telah melakukan ancaman terhadap Muslim Turki.

Erdogan mengatakan, tersangka telah dua kali mengunjungi Turki dan memperingatkan Turki tidak memiliki tempat di Eropa. Dia mengatakan pada hari Sabtu bahwa pihak berwenang Turki sedang menyelidiki kunjungan dan kontaknya.

Presiden Turki menunjukkan sebuah video -termasuk kutipan yang konon berasal dari manifesto online tersangka dan rekaman semi-kabur dari penembakan- kepada orang banyak melalui layar besar.

"Kami tidak ingin melihat konflik salib dan bulan sabit lagi," kata Erdogan pada rapat umum, merujuk pada konflik antara Kristen dan Muslim, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (17/3/2019).

Dia mengatakan tersangka penyerang mengatakan dia ingin Muslim Turki dipindahkan dari wilayah Eropa Turki. Turki mayoritas Muslim mengangkangi Eropa dan Asia, bagian Asia yang dikenal sebagai Anatolia. Kota terbesar Turki, Istanbul, terbelah antara bagian Asia di sebelah timur Bosphorus, dan setengah Eropa di sebelah barat selat.

Loading...

"Orang jahat yang membunuh 49 saudara dan saudari mengatakan bahwa kita dapat tetap berada di pihak Anatolia, kita tidak bisa lolos ke pihak Eropa. Kamu pikir kamu siapa?" Kata Erdogan.

Sumber senior keamanan Turki mengatakan Tarrant memasuki Turki dua kali pada 2016 - selama seminggu di bulan Maret dan lebih dari sebulan di bulan September. Pihak berwenang Turki mulai menyelidiki segala sesuatu dari catatan hotel hingga rekaman kamera untuk mencoba memastikan alasan kunjungannya, kata sumber itu kepada kantor berita Reuters.

Pada hari Jumat, Erdogan mengatakan tersangka penyerang telah "menargetkan negara kami, bangsa kami dan saya sendiri", menambahkan negara-negara di seluruh dunia, terutama di Barat, perlu untuk menjaga terhadap kebangkitan Islamofobia .

Loading...
Loading...