Minggu, 17 Maret 2019 16:57 WITA

"Abi...Where Are You?" Husna Cari Suaminya yang Lumpuh Ketika Dihabisi Tarrant

Editor: Aswad Syam
Farid Uddin Ahmed dan mendiang istrinya Husna Ara Parvin

RAKYATKU.COM, SELANDIA BARU - Pagi itu, Jumat, 15 Maret 2019. Husna Ara Parvin mendorong kursi roda suaminya, Farid Uddin Ahmed menuju Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru.

Farid menderita lumpuh, sehingga mobilitasnya harus dibantu kursi roda. Istrinya membantu mendorong kursi rodanya, untuk ke lokasi salat Jumat.

Usai meletakkan kursi roda suaminya di saf pria, dia lalu ke tempat wanita. Wanita Bangladesh itu pun kemudian mengambil alquran dan mengaji.

Saat salat Jumat tengah berlangsung, tiba-tiba Husna mendengar serentetan tembakan, juga riuh teriakan kesakitan. 

Saat itu, Brenton Tarrant sedang menyiramkan senjata otomatisnya ke arah jemaah.

Husna kemudian lari ke arah saf di tempat di mana dia meninggalkan suaminya. Namun, Husna tak melihatnya.

"Abi...where are you?" teriaknya. Tiba-tiba, beberapa peluru bersarang di tubuh dan kepalanya. Wanita cantik itu langsung roboh di lantai masjid. 

Menurut keponakan Husna, Mahfuz Chowdhury, dia bergegas keluar 15 menit ke tempat penembakan untuk memeriksa Farid, ketika dia tertangkap di garis bidik dan ditembak mati.

Loading...

Farid sendiri telah diungsikan ke tempat aman oleh orang lain di masjid.

Polisi Selandia Baru telah mengkonfirmasi kematian Husna kepada keluarganya, tetapi belum membiarkan mereka melihat jenazah korban.

Dilansir dari Bangla Tribune, Husna Ara, berasal dari desa Jangalhata di Golapganj milik Sylhet, tinggal di Christchurch bersama suaminya yang lumpuh Farid Uddin Ahmed.

Husna dan Farid menikah pada 1994 dan pindah ke Selandia Baru setelah beberapa tahun. Mereka terakhir mengunjungi Bangladesh 10 tahun lalu pada tahun 2009.

Sebelumnya pada hari Jumat, setidaknya 50 orang tewas dalam serangan teroris terburuk di Selandia Baru, pada dua masjid di Christchurch. Setidaknya tiga korban diyakini berasal dari Bangladesh.

Loading...
Loading...