Minggu, 17 Maret 2019 14:35 WITA

"Ummi...Ada yang Tembaki Kami," Hamza Telepon Ibunya, Sebelum Peluru Tembus Tubuhnya

Editor: Aswad Syam
Almarhum Hamza dan ayahnya, Khaleed, ikut menjadi korban tewas pada penembakan di masjid Al Noor, Selandia Baru.

RAKYATKU.COM, SELANDIA BARU - Salat Jumat sedang berlangsung di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019.

Hamza (16), sedang duduk satu saf dengan adiknya, Zaid (13) dan ayahnya, Khaled (44).

Tiba-tiba terdengar serentetan tembakan. Hamza melihat orang-orang di sekitarnya rebah bersimbah darah. Ada darah memercik dari kemejanya. Pas dia balik, ayahnya ikut rebah.

"Lari...bawa adikmu," suara ayahnya terdengar serak.

Hamza lalu menarik tangan adiknya. Dia mengambil ponselnya, lalu menelepon ibunya.

Ibunya, Salwa Mustafa yang saat itu sedang mempersiapkan makanan siang, menerima telepon putra sulungnya tersebut. "Ummi, ada orang menembaki kami," ungkap anaknya.

"Kak, kakiku sakit," ujar Zaid. Salwa mendengar jelas suara anak-anaknya, juga latar belakang suara tembakan.

Hamza berhenti, saat itulah ponsel itu terdengar jatuh. Namun, Salwa masih sempat mendengar suara teriakan tertahan putranya, juga suara tangisan Zaid memanggil kakaknya.

"Dia berkata, Bu, ada seseorang yang datang ke masjid dan dia menembak kami, dan dia berlari dengan saudaranya yang tertembak di kakinya," kata Salwa kepada Stuff. 

Salwa terus memanggil putranya, tetapi hanya mendengar suara ringisannya sebelum kemudian terdiam. 

Dia tetap berbicara di telepon selama 22 menit, mencoba mendapatkan jawaban.

"Teleponnya menyala, tetapi aku tidak bisa berbicara dengannya, setelah itu seseorang mengangkat telepon dan memberitahuku putramu tidak bisa bernapas, kurasa dia sudah mati," katanya. 

Loading...

Zaid berhasil melarikan diri dari pembantaian itu, tetapi suami Salwa, Khaled, tragis, tidak selamat dari serangan itu. ??

??Salwa berbicara tentang kengeriannya dari Rumah Sakit Christchurch, di mana Zaid dirawat karena dua luka tembak. 

Dia menggambarkan almarhum putranya, yang adalah seorang siswa di Sekolah Menengah Cashmere di selatan Christchurch, sebagai anak lelaki yang paling tampan, ??yang sangat peduli dan sopan.

Berbicara tentang penembak, dia berkata, "Tuhan akan menghukumnya, anakku dan suamiku ada di surga sekarang dan kami akan mengejar mereka, kami akan mengikuti mereka ke surga." 

Hamza dan Khaled adalah di antara 50 jemaah yang ditembak dan dibunuh, dalam penembakan massal terburuk di Selandia Baru yang diduga dilakukan oleh pria bersenjata Australia, Brenton Tarrant. 

???????

Setidaknya 15 korban telah diidentifikasi oleh anggota keluarga mereka, sementara 60 orang lagi tetap dalam daftar orang hilang resmi. 

Di antara mereka yang dikonfirmasi meninggal, adalah ahli bedah Palestina Dr Amjad Hamid (57), yang telah pindah ke Selandia Baru dengan istrinya untuk kehidupan yang lebih baik, dan kiper futsal Kuwait Atta Elayyan (33), yang baru-baru ini menjadi ayah.  

Mucad Ibrahim yang berusia tiga tahun, juga disebutkan di antara yang mati, setelah ia meninggal dalam pelukan ayahnya dan kakak laki-lakinya Abdi Ibrahim, yang hanya selamat karena ia pura-pura mati.  

Haji Daoud Nabi (71), Naeem Rashid dan putranya Talha yang berusia 21 tahun adalah beberapa di antara mereka yang sekarang disebut. 

Abdul Hamid, Khaled Haj Musatafa, dan Ashraf Ali juga di antara mereka yang dianggap mati. 

Loading...
Loading...