Minggu, 17 Maret 2019 10:54 WITA

Saat Tiba di Masjid Al Noor, Penembak Brutal Sempat Disapa Jemaah, "Halo Brader"

Editor: Aswad Syam
Saat Tiba di Masjid Al Noor, Penembak Brutal Sempat Disapa Jemaah,
Penembak brutal, Brenton Tarrant

RAKYATKU.COM, SELANDIA BARU - Menggunakan kamera helm, Brenton Tarrant, menyiarkan langsung video pembunuhan di Facebook. Sebelum menembakkan tembakan pertamanya pada pukul 13.40 siang, pria Australia itu merekam perjalanan mobilnya, di mana ia mendengarkan lagu barisan Grenadier Inggris.

Kemudian dengan santai berjalan menuju masjid. Ia sempat disapa seorang jemaah, "Halo brader".

Sejak detik itu, Tarrant mengacungkan senjatanya, menyiramkan peluru dari satu sisi ke sisi lain, menembak dengan liar, seolah-olah bermain video game. 

Kurang dari enam menit kemudian, 41 orang terbaring mati. Seorang pria, Waseem Daraghmeh (33), yang tertembus empat peluru, menggendong putrinya yang berusia empat tahun yang terluka parah, Elin. "Tolong bantu putri saya," pintanya.

Kemarin Tuan Daraghmeh memposting video di Facebook dari tempat tidur rumah sakitnya. "Tolong doakan putri saya," katanya lembut. 

Saudara laki-laki Daraghmeh, Sabri Daraghmeh, mengatakan, Elin tetap dalam fase kritis. Dia menjelaskan, keluarga itu telah pindah ke Selandia Baru dari Yordania lima tahun lalu, dan saudaranya menggambarkannya sebagai tempat teraman yang bisa ditempati seseorang.

Loading...

Sentimen yang sama diungkapkan berulang-ulang di antara para korban kemarin.

Pensiunan insinyur Haji Daoud Nabi (71), yang lolos dari invasi Rusia ke Afghanistan, dan membawa keluarganya ke Selandia Baru pada 1980-an, ditembak dan dibunuh ketika ia mencoba melindungi orang lain.

Saat Tiba di Masjid Al Noor, Penembak Brutal Sempat Disapa Jemaah,

Putranya, Omar Nabi mengatakan, ayahnya melompat untuk melindungi jemaah lain dan dia tewas, tubuhnya tertembus beberapa peluru. 

"Ayah bilang, usianya sudah tua, sehingga dia memberikan kesempatan kepada mereka yang lebih muda untuk hidup. Makanya ayah jadikan dirinya perisai. Hidup mereka harus terus berjalan," kisah Omar.

Loading...
Loading...