Minggu, 17 Maret 2019 09:08 WITA

Pujian Banjiri Medsos Remaja yang Pecahkan Telur di Kepala Senator Anning

Editor: Aswad Syam
Pujian Banjiri Medsos Remaja yang Pecahkan Telur di Kepala Senator Anning
Will Connolly saat memecahkan telur ke kepala Fraser Anning.

RAKYATKU.COM, AUSTRALIA - Will Connolly (17), memegang telur di tangan kanannya. Sementara tangan kirinya memegang ponsel.

Dia lalu mengaktifkan mode rekam, saat menghampiri Senator Australia, Fraser Anning, yang tengah diwawancara.

Anning sendiri tak menyadari kehadiran Connolly, karena sibuk wawancara dengan wartawan. Saat sudah berada di dekat Anning, Connolly lalu memukulkan telur ke kepala Anning. "Prakkk" telur pecah di kepala Anning. 

Kuning dan putih telur mengotori rambut dan kemeja senator yang menyalahkan imigrasi muslim atas pembantaian di dua masjid Christchurch.

Pujian Banjiri Medsos Remaja yang Pecahkan Telur di Kepala Senator Anning

Melihat kepala dan pakaiannya kotor, Anning kemudian berbalik lalu menampar Connolly. Sejurus kemudian, beberapa warga kemudian menjatuhkan Connolly ke lantai lalu mencekiknya.

Petugas kemudian membawa Connolly pergi.

Pujian Banjiri Medsos Remaja yang Pecahkan Telur di Kepala Senator Anning

Pasca kejadian tersebut, akun media sosial remaja asal Victoria itu, ramai dikunjungi. Pengikut akun Instagramnya, telah meningkat menjadi 178.000.

Sementara itu, ia juga telah menerima lebih dari 30.000 komentar pujian dari seluruh dunia, termasuk Belanda, Maroko dan Mesir. 

"Anda adalah pahlawan, kami bangga dengan Anda, menyapa Anda dari Libya," tulis seorang pengguna. 

"Hormat dan sejuta terima kasih! Anda luar biasa dan membuat dunia bergetar," tambah yang lain.   

Pemberontakan terjadi, setelah Anning merilis tanggapan kontroversial, setelah pembantaian Masjid Christchurch pada hari Jumat. 

Loading...

"Saya benar-benar menentang segala bentuk kekerasan di komunitas kami, dan saya benar-benar mengutuk tindakan pria bersenjata itu," kata Anning. 

"Namun, sementara jenis tindak kekerasan seperti ini tidak pernah bisa dibenarkan, yang disoroti adalah meningkatnya ketakutan di masyarakat, baik di Australia dan Selandia Baru, akan meningkatnya kehadiran Muslim." 

Senator, yang sejak itu dikeluarkan dari Partai Katter Australia, memicu gelombang reaksi negatif, dengan banyak orang mengutuknya di media sosial.

"Supremasi kulit putih (ideologi Anda) membunuh orang-orang ini. Tutup mulutmu dan hormati," tulis satu orang di Twitter.

"Mengundurkan diri. Anda tidak pantas untuk mewakili rakyat Australia," kata yang lain.

Orang ketiga menambahkan: "Anda memalukan bagi kemanusiaan".

Dalam pernyataan tindak lanjut, Senator Fraser Anning mengatakan, ia menentang segala bentuk kekerasan dalam komunitasnya dan benar-benar mengutuk tindakan pria bersenjata itu.  

Sebuah petisi  telah dibuat, yang menyerukan agar senator dikeluarkan dari Parlemen Australia. 

"Kami menyerukan pemerintah Australia untuk mengusir pria, yang menyalahkan korban atas kematian mereka yang kejam, dan menggunakan referensi genosida untuk melanjutkan agendanya yang penuh kebencian," kata petisi itu. 

Petisi telah ditandatangani lebih dari 750.000 kali, dan akan dikirim ke kantor Perdana Menteri Scott Morrison setelah selesai.

"Secara realistis, kita semua memahami bahwa secara konstitusional mustahil untuk mengeluarkan Anning," bunyi petisi itu. 

"Namun kita dapat mengirimkan pesan yang kuat bahwa ucapan kebencian yang keji tidak akan dimaafkan, dan bahwa umat Islam, atau bahkan kelompok orang mana pun, tidak akan kehilangan martabat dan hak mereka," tambah petisi itu.

Loading...
Loading...