Jumat, 15 Maret 2019 16:24 WITA

Siapa Brenton Tarrant, Penembak Masjid Al Noor yang Menyiarkan Aksinya?

Editor: Suriawati
Siapa Brenton Tarrant, Penembak Masjid Al Noor yang Menyiarkan Aksinya?
Brenton Tarrant

RAKYATKU.COM - Salah seorang penembak dalam serangan di Masjid Al Noor mengidentifikasi dirinya sebagai warga negara Australia.

Pada hari Jumat, Perdana Menteri Australia Scott Morrison membenarkan bahwa seorang warganya kini ditahan atas serangan itu.

"Pihak berwenang Australia terlibat dan mereka akan melanjutkan penyelidikan mereka," katanya.

Penembak itu adalah orang yang menyiarkan aksi serangannya di Facebook, melalui akun Brenton Tarrant 9.

Dia juga menerbitkan manifesto setebal 74 halaman yang menjelaskan alasan serangan itu.

Lebih jauh dia menggambarkan dirinya sebagai "orang kulit putih biasa, berusia 28 tahun. Lahir di Australia dari kelas pekerja, keluarga berpenghasilan rendah".

Dalam manifesto itu, Brenton Tarrant mengatakan dia baru tiba di Selandia Baru untuk hidup sementara. Di sana dia merencanakan aksinya dan latihan, hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan serangan di sana.

Loading...

Dia tidak menyebutkan berapa lama ia tinggal di Australia. Dia mengatakan dia memiliki masa kecil yang teratur tetapi memiliki sedikit minat dalam pendidikan.

Di bawah judul "mengapa Anda melakukan serangan itu?" dia mengatakan itu untuk membalas "ribuan kematian yang disebabkan oleh penjajah asing."

Siapa Brenton Tarrant, Penembak Masjid Al Noor yang Menyiarkan Aksinya?Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengkonfirmasi pada Jumat sore bahwa polisi telah menangkap empat orang, tiga pria dan satu wanita.

Namun dia mengatakan bahwa dia tidak akan "berasumsi bahwa ancaman sudah berakhir".

Menurut New Zaeland Herald, sebanyak 40 orang kehilangan nyawa dalam serangan, 30 di Masjid Al Noor, dan 10 di masji lain.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut itu sebagai "salah satu hari paling gelap di Selandia Baru". Dia menggambarkan insiden itu sebagai "tindakan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Loading...
Loading...