Jumat, 15 Maret 2019 15:49 WITA

Tak Punya Kartu Identitas, Pemerintah Malaysia Buang Warganya ke Indonesia 

Penulis: Azwar Basir - Arfa Ramlan
Editor: Aswad Syam
Tak Punya Kartu Identitas, Pemerintah Malaysia Buang Warganya ke Indonesia 
Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar, Andi Pallawarukka (kanan), saat konferensi pers, Jumat (15/3/2019).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mohd Fazley Bin Faizal sementara tidur di masjid besar kota Tawau. Tiba-tiba pemuda asli Malaysia ini, langsung terbangun, karena dikejutkan oleh polisi patroli Malaysia yang sedang melakukan razia TKI ilegal. 

Saat itu Mohd Fazley Bin Faizal merasa dirinya tetap aman, karena ia warga negara asli Malaysia. Mohd Fazley Bin Faizal pun mengaku kepada polisi, bahwa dirinya asli warga negara Malaysia. 

Namun, Mohd Fazley Bin Faizal tetap diperiksa, setelah diperiksa identitasnya, ia tidak memiliki IC (kartu identitas). Pemuda yang memiliki ayah asli Indonesia ini, tidak bisa membuktikan kepada polisi bahwa dirinya asli warga Malaysia. 

Tak Punya Kartu Identitas, Pemerintah Malaysia Buang Warganya ke Indonesia 

"Ia mengatakan kalau kartu identitasnya tersebut telah hilang, sehingga ia tidak bisa menunjukkan kartu identitasnya itu. Kalau di sini KTP," ujar Kepala Imigrasi Kelas 1 TPI Makassar, Andi Pallawarukka, di Kantor Imigrasi Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (15/3/2019). 

Polisi kemudian menginterogasi dan menanyakan orang tua Mohd Fazley Bin Faizal. Kepada polisi, ia mengaku bahwa ibunya asli Malaysia bernama Sita Binti Ali dan ayahnya bernama Faizal bin Alias berasal dari Bone Sulsel. 

"Dengan alasan tersebut, polisi Malaysia menduga yang bersangkutan adalah TKI ilegal dari Indonesia kemudian ditangkap di penjara kemudian dideportasi ke Indonesia," jelasnya. 

Selama di Indonesia, katanya, Mohd Fazley Bin Faizal tinggal di Bone bersama dengan saudara dari ayahnya tersebut. 

Loading...

"Setelah itu dia berpindah-pindah dan sampai ke Makassar," tambahnya.

Tak Punya Kartu Identitas, Pemerintah Malaysia Buang Warganya ke Indonesia 

Pallawarukka mengatakan, WNA tersebut datang ke Makassar untuk mencari keduataan Malaysia, namun tidak ada. Sehingga ia mendatangi kantor polisi Mamajang. Setelah itu, polisi Mamajang membawanya ke kantor imigrasi. 

"Setelah itu, kami melakukan koordinasi ke kedutaan besar Malaysia di Jakarta dan diminta mendatangkan yang bersangkutan untuk verifikasi data," bebernya. 

Setelah diversifikasi dengan pengambil sidik jari, terbuktilah jika Mohd Fazley Bin Faizal warga negara Malaysia yang asli, bukan TKI asal Indonesia. 

"Setelah itu diterbitkan perlakuan cemas oleh Kedutaan Malaysia. Saat ini dia sedang menunggu untuk proses deportasi. Sebentar sore sekitar pesawatnya tiba dan terbang ke Malaysia,"  tutupnya.

Loading...
Loading...