Jumat, 15 Maret 2019 13:31 WITA

Sebelum Panah Kader PBB, Pelaku Sempat Keroyok Siswa SMA Bantaeng

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Aswad Syam
Sebelum Panah Kader PBB, Pelaku Sempat Keroyok Siswa SMA Bantaeng
Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan, saat menggelar konferensi pers pembusuran terhadap Ketua Bappilu PBB Bantaeng, Sudirman.

RAKYATKU.COM, BANTAENG -  Kamis, 14 Maret 2019, Polres Bantaeng diback up Resmob Polda Sulsel, berhasil meringkus lima pelaku penganiayaan dengan busur, terhadap Ketua Badan Pemenangan Pemilu PBB Bantaeng, Sudirman.

Korban yang terkena busur di dada kanannya, dinyatakan meninggal dunia di RS Wahidin Sudirohusodo, Kamis, 14 Maret 2019 sore.

Kelima pelaku yakni berinisial, YUS (18), RIS (18), MAW (19), IRW (19), HER (20). Mereka ditangkap atas dua laporan polisi tertanggal 12 Maret 2019.

Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan menegaskan, pembusuran terhadap korban yang merupakan kader PBB, murni tindak pidana.

"Saya nyatakan tidak ada unsur politik. Melainkan murni tindak pidana atau kejahatan kriminal. Karena korban (Sudirman) dan pelaku sama sekali tidak saling kenal," ungkapnya, dalam press release di Polres Bantaeng, Jumat (15/3/2019).

Adip menuturkan, sebelum melakukan pembusuran terhadap korban Sudirman, para pelaku lebih dulu melakukan penganiayaan terhadap Taufiq di SMA 3 Tompobulu.

Para pelaku mendatangi korban Taufiq, karena pelaku mendapat informasi jika korban akan mengajak berkelahi keponakan dari pelaku RIS. 

Saat Taufiq sementara duduk di atas motor, pelaku YUS langsung memukul korban. Sehingga korban lari masuk ke dalam kelas. Para pelaku mengejar korban di dalam sekolah dan menganiaya korban.

Saat para pelaku meninggalkan SMA 3 Tompobulu, di perjalanan pulang, pelaku yang bersama mengendarai motor tiba-tiba didahului sepeda motor yang dikendarai korban Sudirman berboncengan Asri. 

Loading...

Pelaku pun mencurigai, pengendara motor itu adalah mata-mata korban Taufiq. Hingga para pelaku mengikuti korban. Tepat di Kampung Borong Loe, Kecamatn Pa'jukukang, pelaku langsung membusur Sudirman.

"Saat di jalan, korban (Sudirman) melintas dan melambung pelaku, mereka merasa korban adalah teman dari Taufiq. Dari situ, pelaku mengambil langkah untuk melumpuhkan dengan cara membusur, yang notabenenya mereka tidak kenal," jelasnya.

"Pelaku membuntuti korban, dan dalam radius sekitar 1 meter, sementara berkendara, pelaku membusur korban," bebernya.

Kapolres Bantaeng menuturkan, saat dibusur, korban sempat dibantu oleh pihak Polsek Pa'jukukang dan masyarakat, dibawa ke Puskesmas Baruga. 

"Kemudian dirujuk di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng, hingga akhirnya dirujuk di RS Wahidin. Selama 2 hari dalam perawatan intensif, pihak RS menyatakan korban meninggal dunia," ujarnya.

Pengakuan pelaku, kata Adip, jika saat melakukan pembusuran pelaku hanya melihat korban menggunakan helm tertutup tanpa membawa atribut partai.

Atas penganiayaan terhadap korban Taufiq, pelaku terancam terkena Pasal 170 KUHP, dengan ancaman penjara 5 tahun 6 bulan. 

Dan atas penganiayaan dengan busur terhadap korban Sudirman, pelaku terancam Pasal 170 ayat (2) KUHP dengan ancaman penjara 12 tahun atau Pasal 351 ayat (3) Jo 55 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun.

Loading...
Loading...