Jumat, 15 Maret 2019 11:45 WITA

"Pak Saya Dipukul Arga," Putrinya Mengadu, Pria Itu pun Cekik Arga hingga Tewas

Editor: Aswad Syam
Kerabat korban menangis di samping mayat Arga.

RAKYATKU.COM, SUMUT - Kamis, 14 Maret 2019. Pagi hari. Di sebuah rumah kosong, di Desa Narumonda VI, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba Samosir, putra kepala desa  Narumonda VI, Arga Marpaung (3), tengah bermain dengan riang bersama teman-temannya.

Kebetulan sedang ada pesta, dan para orang tua sedang merhobas (gotong royong).

Riuh di halaman rumah, berganti suara tangis seorang anak perempuan.

SM (38), keluar ketika mendengar suara tangis putrinya.

"Hei, kenapa kau menangis?" tanyanya.

"Saya dipukul Arga ayah," ujarnya sambil menunjuk ke arah kerumunan anak di dalam rumah.
 
Mendengar pengaduan anaknya, SM kemudian masuk ke rumah tersebut. Dia lalu mencengkram tubuh Arga, mencekik lehernya, hingga bocah itu jatuh pingsan.

Selain mencekik Arga, SM juga mencekik kakak korban yang berada di lokasi.

Melihat SM mencekik kakak adik itu, anak-anak yang lain berteriak histeris karena ketakutan.

Teriakan anak-anak membuat warga mendatangi rumah tersebut.

Loading...

Saat warga datang, Arga sudah tak sadarkan diri, sementara pelaku kabur.

Arga sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Warga menyebut, pelaku mengalami gangguan jiwa.

"Pelaku memang mau kadang kambuh karena kejiwaanya terganggu," ujar perempuan berkisaran usia 40 tahun sebagaimana dilansir Tribunnews.

Kasat Reskrim Polres Tobasa, AKP Nelson Sipahutar mengatakan, pelaku telah ditangkap setelah sempat kabur.

"Pelaku kita bekuk di sekitar TKP, tepatnya di persawahan pukul 8," kata Kasat Reskrim Polres Tobasa, AKP Nelson Sipahutar.

Kepada polisi, SM mengaku mencekik Arga karena putrinya melapor bahwa ia berkelahi dengan Arga dan menyebutnya nakal.

"Pelaku mengaku emosi terhadap korban. Karena putri pekaku melapor ke bapaknya kalau si korban ini nakal Jadi langsung emosi dia, pergi menemui korban," ujar Nelson.

Loading...
Loading...