Jumat, 15 Maret 2019 10:26 WITA

Prabowo Mengaku Iri pada Sandiaga Uno, Ternyata Gara-Gara Ini

Editor: Abu Asyraf
Prabowo Mengaku Iri pada Sandiaga Uno, Ternyata Gara-Gara Ini
Prabowo Subianto disambut pendukungnya di Pekanbaru, Riau.

RAKYATKU.COM - Dua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno punya selera humor tinggi. Ini sisi lain di tengah panasnya suhu politik jelang pemungutan suara, 17 April 2019.

Seperti saat Prabowo menyampaikan orasi di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau, Rabu (13/3/2019). Di hadapan ribuan pendukungnya, calon presiden nomor urut 02 itu memperkenalkan sekaligus memuji pendampingnya, calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno.

"Alhamdulillah, calon wakil saya, kalau di Riau, ngakunya anak Riau. Kalau di Gorontalo, ngakunya anak Gorontalo. Kalau di Betawi, mantunya orang Betawi, tetapi yang jelas dia muda, ganteng, dan ganteng itu penting untuk pemahaman," kata Prabowo yang disambut riuh. 

Ketua umum DPP Partai Gerindra itu sempat berseloroh. Dia mengaku iri dengan Sandi yang muda, ganteng, dan kaya pula.

"Saya sebenarnya iri loh, tetapi maklumlah, dia kan lebih muda 20 tahun dari saya
tapi, dia tidak hanya muda dan ganteng, dia juga pintar dan dia ya lebih kaya dari kalian semua. Betul?" kata Prabowo yang kembali disambut aplaus.

Loading...

Prabowo menambahkan, kekayaan Sandiaga Uno diperoleh dengan cara halal, bukan hasil korupsi. "Tetapi kayanya halal, tidak dari mencuri, tidak dari korupsi, dan yang penting dia juga cerdas. Kita butuh anak-anak yang muda yang cerdas, yang semangat, yang cinta tanah air, yang akhlaknya baik, yang imannya baik, yang takwanya baik, yang setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga berjanji jika diberi amanah pada 17 April 2019, dia dan Sandiaga Uno bertekad akan bekerja sangat keras untuk membentuk pemerintah yang bersih, pemerintah yang bebas dari korupsi. 

"Kami akan mencari putra putri terbaik bangsa Indonesia. Kami akan cari mereka-mereka yang pintar, yang pandai, yang cerdas, yang andal, tetapi juga hatinya bersih, jujur, dan juga ingin berbakti dan mengabdi dan tidak hanya memperkaya diri dan keluarganya saja," katanya.

"Mencari kekayaan boleh, mencari kekayaan wajib, tetapi jangan dari jabatan pemerintah, jangan dari jabatan negara, jangan dari jabatan yang diberikan oleh rakyat, itu haram. Tidak boleh mencari keuntungan dari jabatan publik dan rakyat," tegas Prabowo.
 

Loading...
Loading...