Jumat, 15 Maret 2019 10:24 WITA

Sudah Diintai Dua Hari, Jaksa Nyaris Dihabisi Eksekutor Suruhan Napi Narkoba

Editor: Aswad Syam
Sudah Diintai Dua Hari, Jaksa Nyaris Dihabisi Eksekutor Suruhan Napi Narkoba
RS saat dibekuk Satreskrim Polres Tanjung Pinang. (Foto: Okezone)

RAKYATKU.COM, TANJUNGPINANG – Sudah dua hari, RS melakukan pengintaian terhadap gerak-gerik DS, jaksa yang bertugas di Kejari Bintan.

Dia mendapat kiriman alamat rumah DS, serta nomor plat mobilnya dari IB, seorang narapidana narkoba yang saat ini masih meringkuk di Lapas Narkotika Tanjung Pinang.

RS diperintahkan membunh DS. Namun sebelum niat itu terlaksana, polisi dari Polres Tanjung Pinang, bergerak cepat. Mereka berhasil meringkus RS.

RS diringkus di sekitar Lapangan Pamedan, Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Selasa, 12 Maret 2019, sekira pukul 08.00 WIB. Selain meringkus RS, polisi juga mengamankan satu unit mobil Toyota Avanza hitam, satu pucuk senjata api dan handphone.

Satreskrim Polres Tanjungpinang membenarkan telah menangkap diduga eksekutor percobaan pembunuhan terhadap jaksa fungsional Kejari Bintan berinisial DS. Pelaku yang ditangkap berinisial RS beserta barang bukti satu pucuk senjata api.

"Memang benar kejadian itu. (RS) pelaku yang ditangkap orang suruhan," kata Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie.

Saat diinterogasi, RS mengaku disuruh oleh IB. Petugas kemudian mempertemukan keduanya.

Loading...

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepulauan Riau, Dedi Handoko membenarkan, ada koordinasi dengan Satreskrim Polres Tanjungpinang ke Lapas Narkotika Tanjungpinang terkait penangkapan RS. Di mana setelah penangkapan RS, polisi langsung membawanya ke lapas untuk meminta keterangan napi IS alias IB.

"Saya sudah terima laporan dari Kepala Lapas Narkotika Misbahuddin terkait kejadian yang menyampaikan bahwa napi Lapas Narkotika (Tanjungpinang) sebagai otak pelakunya," kata Dedi sebagaimana dilansir dari Okezone.

Menurut Dedi, RS dan IB sudah dipertemukan. Petugas juga sudah merazia selnya, meski tidak menemukan HP.

"Hanya berupa pengakuan yang ditangkap di luar itu, belum tentu kan begitu adanya. Kita ingin jangan sampai ada orang menjadi korban. Tapi kalau memang ada bukti baru, silakan proses hukum," ujarnya.

Menurut Dedi, pihaknya terbuka saja. "Kalau ada bukti, silakan napi bersangkutan diproses secara hukum. Kita memberikan keleluasaan untuk menanganinya. Silakan polisi yang membuktikannya," tutur Dedi.

Loading...
Loading...