Rabu, 13 Maret 2019 20:23 WITA

"Kiamat Sudah Dekat", 52 Warga Ponorogo Ikuti Jemaah Toriqoh MUSA

Editor: Aswad Syam
Sebuah lambang organisasai Jemaah Toriqoh MUSA. (Sumber: Detik)

RAKYATKU.COM, PONOROGO - Sebanyak 52 warga Dukuh Krajan, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, berbondong-bondong ke sebuah pondok pesantren di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Itu setelah mereka mendengar doktrin kiamat sudah dekat. 

Eksodus itu terjadi dalam satu bulan secara bertahap. Terakhir pada Kamis, 7 Februari 2019. Mereka dikabarkan mengikuti Jemaah Toriqoh MUSA, dari ponpes yang ada di Malang itu.

"Pada awalnya mereka dipengaruhi atau diajak oleh Katimun (48), warga RT 05 RW 01 Dukuh Rrajan, Desa Watubonang yang merupakan jemaah santri di sana," kata Camat Badegan, Ringga Irawan, Rabu (13/3/2019) sebagaimana dilansir dari Detik.

Menurut Ringga, Katimun mempengaruhi warga dengan banyak doktrin. Seperti tentang kiamat sudah dekat, soal perang hingga kemarau panjang. 

Terkait kiamat, warga kata Ringga, diminta pergi dan menjual semua aset di Desa Watubonang.

Loading...

"Jemaah diminta menjual aset-aset yang dimiliki untuk bekal akhirat, dibawa dan disetorkan ke pondok. Jemaah salat 5 waktu di masjid pondok," imbuhnya.

Sementara soal Ramadan tahun ini yang akan diwarnai huru-hara, jemaah diminta membeli pedang seharga Rp1 juta. Jemaah yang tidak membeli pedang diharuskan menyiapkan senjata di rumah, sehingga meresahkan masyarakat sekitar. Kemudian jemaah berlindung di pondok.

Yang terakhir soal kemarau panjang selama 3 tahun mulai 2019-2021. Jemaah diminta menyetor gabah 500 kg per orang, karena kemarau mengakibatkan paceklik.

Loading...
Loading...