Senin, 11 Maret 2019 23:34 WITA

"Kamu Tidur di Belakang, Sampah," Ini Ucapan Korban yang Bikin Haris Bunuh Satu Keluarga

Editor: Aswad Syam
Haris saat persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

RAKYATKU.COM, BEKASI - Dengan kepala tertunduk, Haris Simamora, hadir di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin, 11 Maret 2019.

Dia menjadi terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, setelah tersinggung mendengar perkataan korban.

Berdasarkan surat dakwaan yang dibaca oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Faris Rahman seperti dilansir dari Kompas, awalnya Haris datang ke rumah itu saat diminta istri Daperum, Maya Boru Ambarita. 

Maya mengirim pesan ke Haris lewat WhatsApp. Pesan itu berbunyi, "kamu datang sekarang, besok kita mau belanja ke Tanah Abang jam 7 pagi".  

Pesan WA itu dikirim Maya pada Senin, 12 November 2018 sekitar pukul 14.00 WIB. 

Haris kemudian datang ke rumah korban di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi pukul 21.00. 

Haris saat itu mengetuk pintu rumah, dan yang membukakan pintu yaitu anak Daperum dan Maya, Sarah Marisa Putri Nainggolan. 

Haris masuk ke dalam rumah dan mengobrol dengan korban di ruang keluarga sambil menonton televisi. 

Saat pukul 23.30 WIB, Haris mendengar kata-kata tidak enak yang diucapkan Daperum kepada Haris. "Nginap atau nggak kamu? Kalau kamu nginap nanti enggak enak sama abang kita Doglas," ujar Daperum. 

Loading...

Kemudian istri korban, Maya Boru Ambarita berkata kepada Haris, "terserah mau nginap atau enggak, soalnya ini bukan rumah kita, kita cuma numpang di sini". 

Kemudian, Daperum berbicara dengan istrinya Maya, "sudah tau kamu kalau nginap di sini abang saya enggak suka". 

Lalu Daperum Nainggolan berkata kepada terdakwa dengan bahasa Batak yang artinya 'kamu tidur di belakang aja kayak sampah kamu!'. 

Ini  yang membuat Haris sangat emosi serta marah, lalu berpikir untuk menghabisi nyawa korban. 

Dia juga mengaku telah membunuh Daperum beserta istrinya dengan sebuah linggis. Sementara dua anak Daperum, yaitu Sarah Marisa Putri Nainggolan (9) dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan (7), dicekik hingga tewas. 

Haris didakwa dengan dakwaan primair pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dan pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHPidana tentang pencurian. Kemudian jaksa juga mendakwa Haris dengan dakwaan subsdair pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dan pasal 363 ayat (1) ke-3 tentang pencurian. 

Haris juga didakwa dengan dakwaan lebih subsidair pasal 365 ayat 3 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan.

Loading...
Loading...