Jumat, 08 Maret 2019 10:28 WITA

Versi TNI 3 Tewas, OPM Sebut Ada 5

Editor: Mays
Versi TNI 3 Tewas, OPM Sebut Ada 5
Gerombolan TPNPB-OPM.

RAKYATKU.COM, PAPUA - Kontak senjata yang terjadi Kamis, 7 Maret 2019 kemarin, menewaskan tiga anggota TNI, Serda Mirwariyadin (25), Serda Yusdin (23), dan Serda Siswanto Bayu Aji (24).

Namun versi gerombolan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), ada lima korban tewas dari TNI.

Pimpinan TPNPB di Nduga, Egianus Kogeya sebagaimana dilansir akun Facebook TPNPB, mengatakan, pada kontak senjata kemarin, Egianus dan gerombolannya telah merebut 4 pujuk senjata. 

Keempat pucuk senjata tersebut, terdiri atas 3 pucuk jenis moderen dan satu pucuk senjata rantai jenis minimi.

Selain itu, dalam kontak senjata disertai perampasan senjata, Egianus menyebut ada 5 anggota TNI tewas di tempat di Kampung Windi, Distrik Derakma.

Peristiwa itu kata dia, terjadi pukul 12.30 siang. Berawal saat 8 anggota TNI dari pos Distrik Derakma menuju kampung Widi.

"Sempat bertemu dengan bapak Amos Kogeya bersama istrinya dan 8 anggota tersebut menginterogasi mereka," lapor Egianus.

Sesudah itu, TNI kata Egianus, membakar 5 honai milik warga. Pasukan TPNPB kemudian mengepung 8 anggota tersebut, dan terjadi kontak senjata. 

Maka terjadi kejar-kejaran dan membuat 5 anggota TNI kata Egianus tertembak. Pasukan TPNPB kata dia, berhasil melumpukan dan merebut 4 pucuk senjata.

loading...

"Maka jam 3 sore, 2 helikopter masuk dan mengevakuasi mayat. Demikian laporan sementara dari Ndugama oleh Egianus kogeya melalui komadan operasi Pemne Kogeya kepada TPNPBnews," tulis akun tersebut.

Sementara versi TNI, kontak senjata antara pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terjadi di Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019).

Kontak senjata terjadi setelah  25 pasukan TNI Satgas Gakkum baru tiba di Distrik Mugi. Mereka mendapat serangan pasukan KKSB yang diperkirakan 70 orang.

"Setelah kontak senjata berlangsung anggota berhasil menguasai keadaan dan berhasil memukul mundur  kelompok KKSB sampai menghilang ke dalam hutan belantara," ujar Kapendam XVII/Cend Kolonel Inf Muhammad Aidi, kepada Rakyatku.com.

Setelah menguasai keadaan, tiga anggota TNI yang gugur dievakuasi. Selain itu, mereka juga menyisir lokasi tempat KKSB melakukan perlawanan. Ada satu orang mayat KKSB yang ditemukan.

"Anggota berhasil merampas 5 pucuk senjata milik KKSB (jenis masih dalam penyelidikan) dan ditemukan satu orang mayat (identitas dalam penyelidikan), dan diperkirakan setidaknya 7-10 orang anggota KKSB juga tewas namun mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya," katanya.

Setelah melakukan pengisirian, situasi pun dianggap sudah kondusif. Dua unit helly jenis Bell pun tiba dari Timika untuk melaksanakan evakuasi tiga korban prajurit yang gugur.

"Namun sebelum mendarat helly tersebut kembali mendapatkan serangan dari KKSB, pasukan TNI membalas tembakan sehingga helly berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman," tutupnya.

Loading...
Loading...