Selasa, 05 Maret 2019 10:21 WITA

China Tuduh 2 Warga Kanada Mau Curi Rahasia Negara

Editor: Andi Chaerul Fadli
China Tuduh 2 Warga Kanada Mau Curi Rahasia Negara
FOTO: AP

RAKYATKU.COM - China menuduh dua orang Kanada yang saat ini ditahan di sana bertindak bersama untuk mencuri rahasia negara dan intelijen, menurut media pemerintah.

Mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor ditangkap di China pada awal Desember segera setelah penahanan di Meng Wanzhou di Kanada, kepala pejabat keuangan raksasa teknologi China Huawei, yang saat ini menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (5/3/2019).

Pada hari Senin, kantor berita resmi China Xinhua mengutip pihak berwenang China yang tidak dikenal yang mengatakan Kovrig melanggar hukum Tiongkok dengan bertindak sebagai mata-mata dan mencuri rahasia negara dan intelijen dengan bantuan Spavor. Ini adalah pertama kalinya kasus kedua pria itu dihubungkan.

Dikatakan Kovrig sering memasuki Cina menggunakan paspor biasa dan visa bisnis dan memperoleh informasi dari Spavor, "kontak utamanya".

"Pihak berwenang menekankan bahwa Cina adalah negara yang diperintah oleh hukum dan akan dengan tegas menindak kejahatan yang sangat merusak keamanan nasional," kata Xinhua.

Tidak ada rincian lain yang diberikan dan Xinhua mengatakan proses peradilan lebih lanjut akan "terjadi berdasarkan kemajuan kasus".

Loading...

Kovrig dan Spavor tidak memiliki akses ke pengacara atau keluarga mereka sejak penangkapan mereka.

Tetapi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang mengatakan Cina telah memberikan pemberitahuan yang diperlukan kepada pihak Kanada dan bahwa penanganan mereka atas kasus kedua Kanada itu sesuai dengan hukum.

Perkembangan terakhir terjadi ketika kementerian luar negeri China mengulangi seruannya pada hari Senin agar Kanada untuk membebaskan Meng setelah pengacaranya mengatakan dia menuntut pihak berwenang Kanada atas penanganan penangkapannya.

"Kami mendesak Kanada untuk segera membebaskan Meng Wanzhou, membiarkannya kembali ke China dengan aman sambil memastikan hak dan kepentingannya yang sah dan dapat dibenarkan, dan tidak mengulangi kesalahannya," kata Lu Kang dalam jumpa pers reguler.

Tags
Loading...
Loading...