Senin, 04 Maret 2019 14:22 WITA

Pencuri Dilepas, Massa Seruduk Polres Jeneponto Minta Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim

Penulis: Zul Lallo
Editor: Nur Hidayat Said
Pencuri Dilepas, Massa Seruduk Polres Jeneponto Minta Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim
Unjuk rasa di halaman Polres Jeneponto, Senin (4/3/2019).

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Puluhan massa berunjuk rasa di halaman Polres Jeneponto mempertanyakan kepastian hukum pelaku pencurian kambing di Kampung Ujung Tanah, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Senin (4/3/2019).

Massa yang tergabung dari Forum Lembaga Pengaduan Masyarakat Turatea (LPMT) dan Lembaga Sepernas meminta agar pelaku pencurian ternak kambing dijemput karena sudah sangat meresahkan masyarakat Kecamatan Tamalatea dan sekitarnya.

"Pencuri tersebut Riska dan Yusuf kami anggap sangat meresahkan masyarakat Tamalatea dan sekitarnya di wilayah Jeneponto. Kenapa dari kepolisian melepas pelaku. Kami berharap bersama seluruh masyarakat yang hadir pada hari ini agar menjemput kembali pelaku curnak tersebut," kata Nasir Tinggi, jenderal lapangan aksi.

Nasir dalam orasinya meminta kepada Polda Sulsel untuk memcopot Kapolsek Tamalatea dan Kanit Reskrim sekaitan kinerjanya yang tidak maksimal dalam melakukan penanganan kasus pencurian di Polsek Tamalatea. Massa juga mendesak Polres Jeneponto untuk segera mengambil alih kasus pencurian tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman mengatakan kasus pencurian kambing di wilayah hukum Polsek Tamalatea akan diambil oleh Polres Jeneponto penanganannya. Dalam waktu dekat ini pelaku akan dijemput setelah melakukan koordinasi dengan tim buser.

"Untuk kasus pencurian di Tamalatea kita akan ambil alih penanganannya. Kami akan segera koordinasi dengan pihak tim buser untuk menjemput pelaku curnak itu. Jadi kita akan melakukan penjemputan lagi untuk proses selanjutnya," tutur Boby.

Loading...

Kata Boby, pelaku tersebut telah mengakui mencuri kambing. Pelakuy sudah diamankan di Polsek Tamalatea selama beberapa hari, juga di Polres Jeneponto.

"Penanganannya di Polsek kemarin, kita sudah koordinasi dengan unitnya. Dan untuk proses penanganannya lebih mendalam akan diambil alih Polres Jeneponto," kata Boby.

Sementara Kabag Ops Polres Jeneponto, Kompol Amir Mahmud mengatakan penanganan kasus ini sebelumnya hanya miskomunikasi.

"Untuk kepastian hukumnya kita akan mengambil alih proses hukumnya. Jadi ini bukan dilepas, tetapi diwajiblaporkan dan setiap hari masih dalam pengawasan kepolisian," katanya.

Loading...
Loading...