Selasa, 26 Februari 2019 08:01 WITA

"Mama, Kami Mau Diapain?" Ibu Bawa Tiga Putrinya ke Hutan Lalu Menembaknya Satu-satu

Editor: Aswad Syam
Alaina Rau, Cassidy Rodery, dan Kyrie Rodery, ditembak mati di luar rumah kakek-nenek buyut mereka.

RAKYATKU.COM, MICHIGAN - Abrianne Moore (28), mendatangi sekolah putrinya satu demi satu. Dia menyerahkan surat sakit dari dokter. 

Atas alasan surat sakit itulah, sekolah memberikan izin kepada Alaina Rau (2), Cassidy Rodery (6) dan Kyrie Rodery (8).

Keesokan paginya, Abrianne membawa ketiga putrinya ke hutan di belakang rumah buyut mereka di Kent County, Michigan. 

"Mama...kita mau ke mana," tanya Kyrie Rodery, si sulung.

"Kita akan pergi berburu," ujar Abrianne mengambil senapan berburunya.

"Ayo keluar," ajaknya ke Kyrie. "Yang lain di mobil dulu," ujarnya.

Kyrie pun keluar. Gadis 8 tahun itu, mengikuti ibunya masuk ke hutan. Di tengah hutan, dia pun membidikkan senapan berburunya ke kepala Kyrie. Gadis itu langsung rebah.

Begitulah Abrianne menggilir membunuh dua putrinya yang lain dengan tembakan di kepala.

Loading...

Tubuh mereka kemudian dimasukkan ke bagian belakang mobilnya dan dia pergi ke rumah pacarnya, di mana dia bunuh diri.

Sang pacar kembali hampir dua jam kemudian ke rumahnya, dan dikagetkan dengan penemuan suram Senin. 

Sheriff Michelle LaJoye-Young berkata: "Kami tidak tahu apa yang ada di kepalanya, dia tidak meninggalkan pesan bunuh diri atau semacamnya. 

"Ibu tampaknya telah berjuang dengan masalah kesehatan mental yang cukup besar. 

“Dia punya beberapa posting di Facebook dan hal-hal seperti itu yang membuat dia percaya bahwa dia paranoid dan berpikir bahwa anak-anak dalam bahaya entah bagaimana. Kami menduga itu mengarah ke acara hari ini." 

Seorang pekerja sosial mengatakan, Moore sebelumnya telah membuat anak-anaknya tidak bersekolah karena dia percaya bahwa TV memberikan pesan kepadanya, bahwa bus mereka akan terlibat dalam kecelakaan. 

Dia dirawat di rumah sakit selama 10 hari September lalu. LaJoye-Young menambahkan: "Ini adalah salah satu kasus tersulit yang pernah saya dengar. Ini adalah kasus yang sangat sulit. Peneliti kami merasakannya. Sangat menyedihkan bahwa hal seperti ini terjadi di komunitas kami. 

"Aku turut berduka untuk keluarga dan untuk semua orang yang terlibat dan masyarakat luas, karena ini bukan sesuatu yang mudah bagi kita untuk tidak bertanya-tanya apa yang bisa dilakukan secara berbeda, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu."

Loading...
Loading...