Senin, 25 Februari 2019 09:15 WITA

Menumpang China Airlines, Pria yang Bawa 400 Butir Peluru Ditangkap di Surabaya

Editor: Abu Asyraf
Menumpang China Airlines, Pria yang Bawa 400 Butir Peluru Ditangkap di Surabaya
SP yang ditangkap polisi gara-gara kedapatan membawa 400 butir peluru dari luar negeri.

RAKYATKU.COM - Seorang pria, SP (36) warga Bukit Pakis Utara, Surabaya ditangkap polisi Sabtu malam (23/2/2019). Dia kedapatan membawa 400 butir peluru sesaat setelah turun dari pesawat China Airlines.

Pria itu menumpang pesawat China Airlines CI-751 dari Taiwan. Sempat transit di Singapura sebelum mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya pada pukul 23.00 WIB.

Peluru yang dia bawa terdeteksi Sinar X di Bandara Juanda. Petugas lalu melakukan penggeledahan secara manual dengan membongkar barang-barang di dalam koper yang dibawa SP.

Petugas menemukan lima bungkus mencurigakan berbalut isolasi warna putih yang ditempatkan di antara tumpukan baju di dalam koper. Setelah dibongkar, isinya total 400 butir peluru berbagai jenis. Ada juga beberapa bagian senjata api.

Dalam penerbangan itu, SP tidak sendirian bersama tiga anggota keluarganya, masing-masing berinisial SoP, TV, dan SIP, semuanya terdata sebagai warga negara Indonesia.

"Mereka mengaku pulang liburan dari Oregon, Amerika Serikat. Dari sanalah ratusan proyektil senjata api berbagai jenis ini didapat," ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera.

loading...

Dari 400 butir peluru yang ditemukan, rinciannya, 95 butir proyektil Splitzer Caliber 30, 180 grain; 55 butir proyektil Splitzer Caliber 165 grain; 100 butir proyektil Held-X Caliber 30, 178 grain; dan 100 butir proyektil Hornady ELD-X Caliber 7mm, 162 grain.

Lalu 100 butir proyektil Hornady ELD-X Caliber 7mm, 150 grain; 2 buah Styer AUG/MSAR Surpressor Adapter; dan 1 buah Floorplate (tempat triger). 

Barang bukti dan pembawa barang kemudian dibawa ke Kantor Bea Cukai Juanda untuk pemeriksaan oleh petugas Bea Cukai dan pihak Kepolisian Resor Kota Sidoarjo. 

Sempat beredar kabar bahwa pembawa ratusan proyektil tersebut adalah Warga Negara Asing dari China. Namun Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menegaskan, SP dan keluarganya adalah Warga Negara Indonesia.

"Yang bersangkutan WNI, bukan WNA," katanya.

Loading...
Loading...