Minggu, 24 Februari 2019 08:32 WITA

Kopi Darat dan Nostalgia Alumni dan Pemerhati SMA LPP UMI 84

Penulis: Andi Asoka Ulfa
Editor: Mays
Kopi Darat dan Nostalgia Alumni dan Pemerhati SMA LPP UMI 84
Suasana malam ramah tamah Pemerhati dan Simpatisan SMA LPP UMI 84.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Alumni, pemerhati, dan simpatisan SMA LPP UMI Angkatan 84, menggelar malam ramah tamah di Teras Wirano Cafe dan Resto, Jalan Yusuf Dg Ngawing Makassar, Sabtu (23/2/2019).

Selain menjadi wadah nostalgia dan silaturahmi, malam ramah tamah ini sekaligus merayakan satu tahun terbentuknya Grup Pemerhati SMA LPP UMI Angkatan 84.

Salah seorang Pemerhati dan Simpatisan SMA LPP UMI, Badar menjelaskan, selama ini tali silaturahmi antar sesama alumni 84, terjalin dengan baik melalui media sosial Whatsapp (WA).

"Sekarang kita mau kopi darat bernostalgia sekaligus jalin tali silaturrahmi, mengenang masa-masa sekolah," kata Badar.

Acara dihadiri alumni Pemerhati dan Simpatisan SMA LPP UMI angkatan 84, malam ramah tamah itu juga dihadiri 11 Angkatan dan Pengurus Ikatan Alumni SMA LPP LPP UMI.

"Kami mengundang 11 Angkatan yang setiap angkatan diwakili tiga orang. Mulai Angkatan 82 hingga angkatan 92," ujarnya.

Dalam penyelenggaraan malam ramah tamah dilakukan pemutaran slide dan video berupa dokumentasi foto-foto para alumni SMA LPP UMI angkatan 84, saat masih bersekolah dulu. Sekaligus memperlihatkan aktivitas sosial yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir.

Dibahas juga agenda aksi khususnya dalam bidang sosial, yang akan dilaksanakan ke depan.

loading...

Saat pertemuan, para alumni SMA LPP UMI terlibat diskusi menarik yang membicarakan berbagai topik.

Mulai kenangan masa SMA dahulu, hingga tema-tema kekinian. Salah satu yang cukup jadi perhatian, adalah persoalan penyebaran arus informasi yang semakin masif, cepat, dan tidak terbendung dengan hadirnya media sosial.

Badar selaku Kepala Bidang Informatika pada Dinas Kominfo SP Sulsel mengatakan, sebagai pengguna media sosial yang cerdas, seharusnya masyarakat bisa menyaring informasi yang diperoleh.

Dia menegaskan, di Era ini masyarakat tidak boleh asal percaya, apalagi langsung ikut membagikan ke media sosial.

Badar menjelaskan, informasi terbagi yang faktual berdasarnya kenyataan dan informasi yang tidak benar atau populer disebut hoax, dan itu bisa terancam pidana UU ITE.

"Jadi kita harus peka dalam menyikapi informasi yang diperoleh. Kita harus cerdas dan bijak dalam bermedia sosial," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, koordinator kegiatan, Muhammad Rakib melakukan pemotongan tumpeng, untuk merayakan satu tahun terbentuknya grup Pemerhati SMA LPP UMI Angkatan 84 dan Simpatisan.

Loading...
Loading...