Sabtu, 23 Februari 2019 17:16 WITA

Ibu Terpaksa Suapi Putra Remajanya yang Kecanduan Game

Editor: Aswad Syam
Ibu Terpaksa Suapi Putra Remajanya yang Kecanduan Game
Ibu terpaksa menyuapi putra remajanya yang lupa makan karena sibuk main game.

RAKYATKU.COM, FILIPINA - Sebuah video viral, menunjukkan seorang ibu berjalan ke kafe rental game, untuk memberi makan putra remajanya. 

Itu karena putranya menolak untuk beristirahat dari maraton permainan 48 jam miliknya. 

Dari niat baik menjadi buruk, ibu ini adalah bukti hidup bahwa pengasuhan yang terlalu longgar jelas bukan hal yang baik. 

Dilaporkan dari Daily Mail, Lilybeth Marvel dipaksa untuk memberi makan anaknya yang berumur 13 tahun, Carlito, yang terlihat terobsesi dengan permainan PC royale battle yang disebut 'Rules of Survival'.

Dia menolak meninggalkan layar, sehingga ibu Filipina itu berusaha membujuknya untuk makan selama pesta permainannya. 

Dalam video tiga menit, Marvel dapat didengar mengatakan, "Anakku yang malang ... Sini, makan sekarang." 

“Kamu punya banyak uang, mungkin sampai besok untuk pulang. Apakah kau masih perlu buang air kecil? Ya ampun, hanya merasa kasihan pada anak saya. Kamu sangat menjengkelkan,” ujarnya.

Loading...

Dia menunjukkan kepedulian yang mendalam pada Carlito, tetapi hal yang sama, bagaimanapun, tidak bisa dikatakan untuk putranya yang tampaknya gelisah dengan mollycoddling yang konstan. 

The Daily Mail melaporkan, Lilybeth dan suaminya harus mengeluarkan Carlito dari sekolah, karena permainan mulai mengganggu pendidikannya.

Dalam pembelaannya untuk membawa sarapan dari rumahnya sampai ke toko komputer, Lilybeth berkata, “Saya dulu hanya mengomel tentang game online-nya. Tapi itu tidak berhasil. Jadi saya mencoba pendekatan yang berbeda." 

"Aku mencoba membuatnya merasa bahwa apa pun yang terjadi dalam hidupnya, aku adalah ibunya yang mencintainya dan merawatnya," lanjut Lilybeth. 

Dia menambahkan, melarangnya mengunjungi kafe cyber tidak berhasil, dan telah mencari bantuan online. 

Kecanduan bermain game tentu saja merupakan fenomena yang mengkhawatirkan Organisasi Kesehatan Dunia, yang mendaftarkan kecanduan sebagai kondisi kesehatan mental pada Januari 2018.

Loading...
Loading...