Selasa, 19 Februari 2019 19:32 WITA

Jokowi Bawa Pulpen Tanpa Kertas ke Acara Debat, Moeldoko: Nanti Dikira Ngepek

Editor: Abu Asyraf
Jokowi Bawa Pulpen Tanpa Kertas ke Acara Debat, Moeldoko: Nanti Dikira Ngepek
Pulpen yang dibawa Jokowi saat debat capres.

RAKYATKU.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengungkapkan alasan mengapa Jokowi membawa pulpen ke arena debat. Termasuk alasan mengapa tidak membawa kertas.

Sejumlah pendukung Prabowo-Sandi sempat mencurigai Jokowi menggunakan alat bantu. Selain lancar mengungkapkan data, dalam beberapa kesempatan, Jokowi terlihat seperti menunggu sebelum melanjutkan kata-katanya.

Namun, dalam beberapa kesempatan, Jokowi membantah dirinya menggunakan earpiece atau earphone. Dia mengaku hanya memegang pulpen biasa. Jokowi juga menunjukkan pulpen tersebut kepada wartawan.

Moeldoko mengatakan, TKN memang menyarankan Jokowi agar membawa sesuatu ke arena debat. Ternyata, Jokowi memilih membawa pulpen.

"Kita yang arahkan. Bapak kalau tidak ada yang dipegang, itu macam-macam. Ada yang begini (benerin lengan baju, Red). Nah, sehingga begitu kita kasih pulpen ini mengurangi pegangan yang lain-lain," katanya.

loading...

Dia mengatakan, Jokowi sudah terbiasa memegang sesuatu saat tampil di publik. Sehingga, jika tidak membawa suatu benda, maka akan membuat Jokowi memegang benda di dekat lainnya, misalnya membenarkan lengan bajunya. 

"Kalau nggak bawa pulpen pasti (sambil pegang-pegang tangan). Dipegangin gitu. Sebenarnya itu, itu saran dari kita semuanya. Bapak harus bawa sesuatu. Waktu itu," kata Moeldoko kepada wartawan di kantor KSP, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Menurut Moeldoko, Jokowi sempat bertanya apakah boleh membawa kertas. Namun tim Jokowi menyarankan tidak membawa kertas untuk menghindari tudingan lainnya, seperti dinilai membawa sontekan.

"Perlu nggak bawa kertas? Jangan, nanti dikira 'ngepek' (nyontek, Red) lagi. Eh, bawa pulpen dibilangin yang lain lagi. Aduh ini kasihan juga, berarti kecerdasan lagi kurang," katanya.

Loading...
Loading...