Senin, 18 Februari 2019 11:21 WITA

Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Sulsel Sebut Jagoannya Tak Perlu Belajar Lagi

Penulis: Rizal
Editor: Abu Asyraf
Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Sulsel Sebut Jagoannya Tak Perlu Belajar Lagi
Jokowi dan Prabowo saling memberi hormat usai debat capres kedua, Minggu malam (17/2/2019).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Sulawesi Selatan, Syamsul Bachri mengaku puas dengan debat calon presiden kedua Minggu malam (17/2/2019).

Menurutnya, kedua kontestan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 itu sudah menunjukkan kualitasnya masing-masing dalam merespons isu terkait tema infrastruktur, energi dan pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

"Kedua capres telah menampilkan bobotnya masing-masing. Strateginya masing-masing, wawasan mereka masing-masing terhadap tema yang dibahas. Perdebatan putaran kedua ini semakin konstruktif," ungkap Syamsul saat ditemui Rakyatku.com usai menyaksikan debat di Rumah Perjuangan Jokowi-Ma'ruf Sulsel, Jalan Haji Bau.

Syamsul yakin jagoannya yang akan memenangkan opini publik terkait dengan hasil debat kedua ini. 

"Dari setiap tema yang dibahas, terlihat betul Pak Jokowi dengan pengalamannya memimpin negara ini selama empat tahun, beliau tahu titik yang mesti diprioritaskan dan titik yang masih ada kendala. Itu juga yang dituangkan dalam visi dan misi sekarang yang merupakan keberlanjutan dan penyempurnaan pemerintahan Jokowi," bebernya.

loading...

Lebih lanjut, legislator Fraksi Golkar DPR RI ini mengungkapkan bahwa capres nomor urut 01 itu kembali diberikan amanah untuk terpilih kembali, maka Jokowi dapat melaju lebih kencang. Alasannya, sang petahana tak butuh lagi proses adaptasi.

"Jika Jokowi diberi kesempatan untuk memimpin negara ini untuk yang kedua kalinya karena memang dimungkinkan oleh konstitusi, saya kira Pak Jokowi tidak lagi belajar, tidak lagi mengambil ancang-ancang terlalu lama. Dia sudah bisa membentuk teamwork yang solid karena dia sudah mempelajari kabinetnya dan sebagainya, sehingga dia bisa lebih cepat karena langsung start. Ini akan menghemat waktu dan capaiannya bisa lebih maksimal," katanya.

"Kalau capres yang lain baru akan memulai atau beradaptasi. Butuh waktu untuk sinergitas dan integrasi dengan seluruh elemen," tambahnya menutup pembicaraan.
 

Loading...
Loading...