Minggu, 17 Februari 2019 22:24 WITA

Tiga Kali Geleng Kepala, Jokowi Jawab Cecaran Prabowo Soal Infrastruktur

Penulis: Rizal
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Tiga Kali Geleng Kepala, Jokowi Jawab Cecaran Prabowo Soal Infrastruktur
Joko Widodo. Ist

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Debat calon presiden sesi kedua dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu malam (17/2/2019).

Debat kali ini mengusung tema mengenai infrastruktur, energi dan pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Sesi pertama debat dibuka oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki selaku moderator dengan topik mengenai masalah infrastruktur. 

Calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto yang didaulat berbicara lebih dulu memberikan pernyataan mengenai perkembangan infrastruktur Indonesia saat ini.

"Saya melihat pembangunan infrastruktur kita tanpa visi yang jelas. Sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan diberbagai bidang. Padahal seharusnya infrastruktur itu untuk rakyat bukan rakyat untuk infrastruktur," tutur Prabowo.

Mendengar pernyataan rivalnya tersebut, Jokowi tersenyum tipis. Gestur tiga kali gelengan kepala menjadi respon sang petahana.

Loading...

"Kalau tadi Pak Prabowo menyampaikan bahwa infrastruktur kita tanpa visi yang jelas, saya kira itu salah besar. Karena pembangunan ini sudah direncanakan sejak lama. Tentu punya perencanaan yang matang," timpal Jokowi saat dipersilahkan moderator.

"Misalnya pembangunan 191 ribu kilometer jalan didesa-desa itu untuk rakyat. Itu sering tidak dilihat orang. Selain itu, Pak Prabowo bisa lihat hampir 4 tahun ini tidak ada konflik soal pembebasan lahan. Kenapa? Karena kita tidak mengenal istilah ganti rugi tapi ganti untung," capres nomor urut satu itu menambahkan.

Tiga Kali Geleng Kepala, Jokowi Jawab Cecaran Prabowo Soal Infrastruktur

Berdasarkan pantauan Rakyatku.com, sesi ini sendiri mendapat respon dari ratusan relawan Jokowi-Ma'ruf yang memadati acara nonton bareng di Rumah Perjuangan Jokowi-Ma'ruf Sulawesi Selatan di Jalan Haji Bau, Makassar.

Aplaus dan teriakan "Oppo'ki" menggema. Mereka kompak berdiri dari kursinya hanya untuk sekedar memberikan tepuk tangan.
 

Loading...
Loading...