Minggu, 17 Februari 2019 16:41 WITA

"Mari Kita Perkosa", Siswi Cantik Dicabuli 4 Karyawan, Korban Menangis Pelaku Tertawa Terbahak

Editor: Nur Hidayat Said
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, BALI - Seorang siswi SMK di Denpasar, Bali, melaporkan empat karyawan restoran TM di Jalan Danau Tamblingan Sanur, Denpasar Selatan, ke polisi. Ia melapor atas kasus dugaan pencabulan dirinya saat magang di restoran itu.

Empat karyawan yang dilaporkan itu, yakni GG, Nyoman OD, Ibu AN dan Putu MK.

Dalam keterangannya ke penyidik Polsek Densel, korban baru beberapa hari menjalani magang di restoran TM tersebut.

Saat jam istrahat makan sore, Selasa (12/2/2019) sekitar pukul 19.00 Wita, korban dan empat terlapor sedang beristrahat di tempat peristirahatan restoran.

Melihat ada siswi magang di restoran, timbul niat jahat terlapor GG untuk menjahili. Ia kemudian mengajak tiga terlapor lainnya untuk memperkosa korban.

“Mari kita perkosa Wixxx,” ujar GG seperti yang diutarakan korban kepada polisi dikutip Suara.com, Minggu (17/2/2019).

GG langsung datang menghampiri dan memegang kedua tangan korban dari arah belakang. Tanpa dikomando, terlapor Nyoman OD ikutan datang memegang kaki kedua korban.

Loading...

Melihat dua temannya sudah beraksi, Ibu AN dan Putu MK datang memegang dan memijat-mijat bagian sensitif korban.

"Korban awalnya mau dijahili, dibuat seolah-olah akan diperkosa oleh para terlapor. Tapi tindakan tersebut tidak terpuji, sudah mengarah ke perbuatan cabul," kata polisi.

Seusai mengerjai korban, keempat terlapor melepaskannya sembari tertawa terbahak-bahak. Sedangkan korban langsung menangis terisak-isak. Pelajar SMK di Denpasar itu syok melihat dirinya dilecehkan.

Bukannya minta maaf, para pelaku malah mengejek-ejek korban sambil tertawa terbahak-bahak. "Keempat terlapor tertawa dan mengejek korban yang sedang menangis."

Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika membenarkan adanya pelaporan tersebut. “Belum ada tersangka, laporannya baru, jadi masih kami selidiki dulu,” tuturnya.

Polisi belum bisa menjelaskan motifnya, apakah candaan ataukah ada unsur kesengajaan hingga mengarah ke perbuatan cabul. “Masih didalami,” terangnya.

Loading...
Loading...