Sabtu, 16 Februari 2019 16:01 WITA

Sengketa Tanah di Bone Berujung Maut, Mappa Terkapar Diparangi Wawan

Penulis: Hamka Tadda
Editor: Aswad Syam
Sengketa Tanah di Bone Berujung Maut, Mappa Terkapar Diparangi Wawan
Pelaku penganiayaan, Syahrir dirawat di puskesmas, sedangkan putranya, Wawan, ditahan di Mapolsek Tellu Siattingnge.

RAKYATKU.COM, BONE -- Jumat, 15 Februari 2019. Di Kelurahan Otting Kecamatan Tellu Siattingnge, Kabupaten Bone. Sengketa tanah satu rumpun keluarga, berujung maut. Satu tewas, dua luka-luka akibat sabetan parang.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban yang meninggal dunia diketahui bernama Mappa Bin Bera (60). Sementara dua korban lainnya, Emmang bin Base (50) dan Tamare bin Base (40), mengalami luka-luka.

Kejadian bermula saat terduga pelaku yang diketahui bernama Syahrin bin Kamba (49), bersama anaknya Wawan Saputra (18), sedang memagari lahan tanah perumahan, yang merupakan objek sengketa dan masih dalam proses perkara perdata tingkat Mahkamah Agung.

Berselang 1 jam, ketiga korban mendatangi pelaku. Mereka langsung marah marah, sehingga terjadi cekcok mulut.

Ketiga korban, kemudian mengejar pelaku sambil melemparinya dengan batu.

Tak puas dengan melempari batu, Emmang (korban), juga memukul Syahrir (pelaku) dengan kayu. Itu membuat Wawan (anak kandung Syahrir) juga memukuli Emmang (korban) dengan linggis.

Loading...

Karena kemarahan Emmang memuncak, dia akhirnya menghunus badiknya yang ia bawa. Sayang, belum sempat dia tusukkan, parang milik Wawan sudah lebih dulu menyayat lehernya. 

Melihat iparnya terkapar, Mappa mengayunkan parangnya ke tubuh Wawan. Namun berhasil ditangkis dengan tangan. Wawan pun kembali balik mengayungkan parangnya ke leher Mappa, sehingga Mappa ikut terkapar.
 
Istri Mappa, yang berusaha menolong suaminya, juga ikut diparangi oleh Wawan, sebelum akhirnya melarikan diri ke areal persawahan.

Kapolsek Tellu Siattingnge, Iptu Syarifuddin yang dikonfirmasi mengatakan, kasus sengketa lahan tersebut sebenarnya sudah berapa kali dimediasi oleh Babinsa dan Babhinkamtibmas. Namun, keduanya sulit didamaikan.

“Kasus sengketa ini sudah sering dimediasi. Namun semua sama-sama ego, akhirnya terjadilah kasus penganiayaan ini. Pihak pelaku mungkin merasa menang, jadi niatnya pergi memagari lahan itu," kata Iptu Syarifuddin, Sabtu, 16 Februari 2019.

Kini kedua pelaku kata Syarifuddin, sudah diamankan. Anaknya (Wawan) sudah ditahan di Polsek Tellu Siattinge, sementara bapaknya (Syahrir), masih dirawat di puskesmas untuk menjalani perawatan.

Loading...
Loading...