Sabtu, 16 Februari 2019 09:55 WITA

PM Jepang Rekomendasikan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian

Editor: Suriawati
PM Jepang Rekomendasikan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian
Presiden Donald Trump berbicara dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela-sela KTT Pemimpin G20 di Buenos Aires, pada 30 November 2018. (Getty Images)

RAKYATKU.COM - Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Perdana Menteri Jepang telah mencalonkannya untuk menerima Hadiah Perdamaian Nobel atas usahanya untuk menengahi perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Menurut Trump, di mengetahui itu setelah Shinzo Abe menunjukkan kepadanya "surat lima halaman paling indah" yang dia kirim ke komite yang memberikan hadiah diplomatik bergengsi setiap tahun.

"Dia memiliki kapal roket, dan dia memiliki rudal yang terbang di atas Jepang, dan mereka memiliki alarm berbunyi, Anda tahu itu," kata Trump tentang Abe, pada hari Jumat.

“Sekarang tiba-tiba, mereka merasa enak. Mereka merasa aman. Saya melakukan itu," tambahnya.

Trump mengatakan bahwa dia “mungkin tidak akan pernah mendapatkan” hadiah itu, tapi dia telah berterima kasih kepada perdana menteri Jepang itu.

"Tapi tidak apa-apa," tambah Trump. "Mereka memberikannya kepada Obama. Dia bahkan tidak tahu untuk apa dia mendapatkannya.”

Loading...

Mantan Presiden Barack Obama menerima Hadiah Nobel Perdamaian atas "upayanya yang luar biasa untuk memperkuat diplomasi internasional dan kerja sama antara orang-orang" pada tahun 2009. Pada saat itu dia bekerja untuk mengekang penyebaran senjata nuklir. Dia adalah presiden AS keempat yang dihormati oleh komite Nobel.

Kedutaan Besar Jepang di Washington belum memberikan konfirmasi mengenai kebenaran jika Abe telah merekomendasikan Trump untuk hadiah Nobel perdamaian.

Pada bulan Mei, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in juga dilaporkan mengatakan bahwa Trump pantas menerima Hadiah Nobel atas upayanya untuk melakukan denuklirisasi di semenanjung Korea.

Trump berencana untuk bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada akhir bulan di Vietnam. Itu akan menjadi pertemuan keduan antara mereka.

Kedua orang itu mengadakan pertemuan bersejarah pertama di Singapura Juni lalu, di mana mereka membahas kerangka kerja untuk negosiasi di masa depan, yang melibatkan rencana bagi Korea Utara untuk mulai bekerja menuju "denuklirisasi total."

Loading...
Loading...