Senin, 11 Februari 2019 22:36 WITA

Sambil Tertawa Siswa Tikam Guru dan Teman, Seorang Tewas di Pelukan Ayahnya

Editor: Aswad Syam
Sambil Tertawa Siswa Tikam Guru dan Teman, Seorang Tewas di Pelukan Ayahnya
Vadim Miloshevsky

RAKYATKU.COM, BELARUS - Sambil tertawa, dan dengan menenteng sebuah pisau, Vadim Miloshevsky (15), menyerbu masuk ke kelas sebuah sekolah menengah di Belarus.

Vadim lalu menusukkan pisau ke tubuh guru sejarah, Marina Parkhimovich (50), yang saat itu sedang mengajar.

Dua tusukan di leher, membuat Marina terkapar sekarat.

Dua siswa, berusia 16 tahun, kemudian bangkit dari meja mereka dan berusaha menghentikan serangan itu. Keduanya terluka oleh serangan pisau Vadim.

Vadim kemudian berlari ke kelas lain, dan menikam murid berusia 17 tahun dari belakang. Siswa yang diidentifikasi sebagai Alexander itu, akhirnya meninggal dalam pelukan ayahnya, beberapa menit setelah sang ayah berlari kembali ke sekolah, saat mendengar sekolah itu sedang diserang. 

Vadim kemudian berlari-lari di sekitar sekolah, mengacungkan pisau dan membuat murid-murid yang ketakutan, membarikade diri mereka di dalam kelas, sebelum melarikan diri dari jendela lantai dua.

Vadim kemudian ditangkap oleh polisi bersenjata.

"Vadim datang ke kelas dengan senyum lebar di wajahnya. Matanya merah. Dia tersenyum ketika dia menikam leher Bu Marina," ujar seorang siswa.

"Dia tertawa di akhir serangan, sebelum meninggalkan kelas dengan tubuh Bu Marina yang tak bernyawa," lanjut siswa itu.

Loading...

Dua murid yang terluka, dirawat karena luka pisau. Tetapi rumah sakit mengatakan, 'terlalu cepat' untuk mengomentari kondisi mereka.

"Mereka saat ini berada di ruang operasi dengan luka-luka akibat pisau," kata seorang juru bicara.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan apa pun tentang kondisi kesehatan mereka," tambahnya.

"Darahku menggigil, ketika aku mencoba merenungkan apa yang terjadi," kata seorang tetangga Vadim.

"Aku tahu keluarga Vadim. Dia adalah anak yang baik dan damai yang tidak pernah mengatakan pekerjaan buruk, apalagi menyakiti siapa pun," ujarnya.

"Orang tuanya adalah pasangan terindah, juga baik dan ramah, dua pekerja keras yang selalu berbicara dengan cara yang baik dan membantu kapan saja mereka bisa," lanjutnya.

Polisi sedang melakukan pekerjaan forensik di sekolah, dan telah menutup flat remaja setelah serangan itu.

Seorang juru bicara mengatakan, guru dan salah satu remaja telah meninggal karena cedera, sementara dua anak di bawah umur segera dibawa ke rumah sakit.

Loading...
Loading...