Senin, 11 Februari 2019 11:41 WITA

Petahana Unggul, Jubir Prabowo-Sandi: Wajar karena Direktur CRC Timses Jokowi

Penulis: Rizal
Editor: Abu Asyraf
Petahana Unggul, Jubir Prabowo-Sandi: Wajar karena Direktur CRC Timses Jokowi
Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andry SA Bulu.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Hasil survei nasional Celebes Research Center (CRC) mengunggulkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Elektabilitasnya mencapai 56,1 persen. 

Sementara duet Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno berada di angka 31,7 persen. 

Hasil survei dengan perbedaan elektabilitas yang mencolok tersebut ditanggapi juru bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andry Arief Bulu. 

Menurutnya, sangat wajar jika CRC mengunggulkan pasangan nomor urut satu tersebut. Alasannya, CRC memang selama ini berafiliasi dengan petahana itu. Direktur Eksekutif CRC, Herman Heizer adalah ketua Relawan Pengusaha Nasional (Repnas) Sulawesi Selatan untuk Jokowi-Ma'ruf.  

"CRC surveyor dan timses Jokowi-Ma'ruf. Wajar jika surveinya seperti itu. Tidak apa-apa, karena ini merupakan upaya mereka untuk menambah semangat timnya yang sudah kendor. Di pihak kami, tetap yakin bahwa saat ini sudah mendekati titik cross-nya, kita fokus langsung kepada rakyat," ungkap Andry melalui aplikasi pesan, Senin (11/2/2019).

Loading...

Meskipun survei menggunakan metode ilmiah, namun kata Andry, instrumen di dalamnya bisa saja diatur untuk menyesuaikan dengan kepentingan kandidat tertentu.

"Survei ini adalah kerja-kerja riset, jadi pakai ilmu juga. Hanya tentu lokasi, narasumber, dan waktunya bisa disesuaikan dengan kepentingan yang ada lalu diekspos. Ini cara-cara lama untuk membentuk opini," tambahnya.

Kubu Prabowo-Sandi sendiri, menurut Andry sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk melakukan counter terhadap penggiringan opini melalui survei tersebut.

"Hal itu biasa saja di area politik dan kami juga sudah punya strategi untuk counter itu. Kami optimis dalam minggu ini sudah terjadi cross, karena selisihnya di bulan Januari itu cuma single digit," pungkasnya.

Loading...
Loading...