Senin, 11 Februari 2019 07:30 WITA

Berita Populer: Ibu Cantik Tewas Ditikam hingga Fakta Baru Kasus Aldama Putra

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Berita Populer: Ibu Cantik Tewas Ditikam hingga Fakta Baru Kasus Aldama Putra
Aldama Putra. Ist

RAKYATKU.COM - Kematian wanita cantik Aliny Mendes, saat sedang menjemput anak-anaknya menjadi sorotan pembaca pada Minggu (10/2/2019) kemarin.

Selain itu, kasus Aldama Putra Pongkala, yang tewas dianiaya seniornya, Muhammad Rusdi di Kampus Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar juga tak luput dari perhatian.

Berikut berita populer Rakyatku.com yang berhasil dirangkum:

1. Bayinya Masih di Gendongannya, Ibu Cantik Ini Tewas Ditikam

Siang itu, Sabtu, 9 Februari 2019. Aliny Mendes, sedang menjemput anak-anaknya dari sekolah di London Road antara Stoneleigh dan Cheam, Inggris. 

Wanita cantik berusia 39 tahun ini, memiliki empat anak, tiga laki-laki, dan yang paling bungsu, masih bayi adalah perempuan.

Dua anaknya sudah sekolah, yang lainnya diikutkan saat menjemput karen masih kecil. Aliny telah bercerai dengan suaminya, dan hak asuh anak jatuh ke tangannya.

Di gerbang sekolah, dia berdiri menunggu dua putranya, sambil menggendong bayi perempuannya.

Tiba-tiba seorang pria melompat keluar dari mobil 4x4 hitam, lalu menusukkan belati ke Aliny ke bagian ulu hati.

Aliny sekarat, namun dia tidak menjatuhkan bayinya. Dia pelan-pelan berbaring sambil terus mendekap putri kecilnya itu.

Gadis kecil itu, ikut bersimbah darah ibunya. Sementara bocah laki-laki yang di dekatnya, terus memanggilnya, "mama...mama!!!".

Usai menyerang korban, pria itu kembali masuk ke dalam mobil lalu melarikan diri.

Sementara paramedis bergerak ke lokasi dan berusaha melakukan pertolongan pertama, namun sayang nyawa Aliny tak bisa diselamatkan.

Berita Populer: Ibu Cantik Tewas Ditikam hingga Fakta Baru Kasus Aldama Putra

2. Mobilnya Disetop di Pos Jaga, Perwira Senior Tinju Wajah Prajurit

Seorang tentara yang diyakini sedang bertugas di pintu masuk sebuah kamp militer, ditinju oleh seorang perwira senior. 

Usai mendapat bogem mentah, prajurit itu menjauhkan diri dari pelaku. Aksi perwira senior itu, terekam di kamera pengawas atau CCTV. Rekaman itu telah beredar luas. 

Meskipun alasan sebenarnya di balik insiden itu belum dikonfirmasi, menurut tweet itu, ia dipukul setelah keliru menghentikan perwira berpangkat tinggi di pintu gerbang. 

Ketika dihubungi oleh Mstar mengenai masalah ini, Menteri Pertahanan, Mohamad Sabu menyatakan, tentara saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut. 

Loading...

“Kami sedang melakukan penyelidikan segera tentang masalah ini, dan laporan rinci akan dikeluarkan. 

"Saya yakinkan Anda, bahwa penyelidikan akan dilakukan secara independen dan adil tanpa ditutup-tutupi." 

Mat Sabu juga mendesak masyarakat, untuk tidak berspekulasi untuk "menjaga nama baik" tentara dan angkatan bersenjata. 

Berita Populer: Ibu Cantik Tewas Ditikam hingga Fakta Baru Kasus Aldama Putra

3. "Pak Menhub...Pak Kapolda, di Kamar Ada 10 Senior, Kenapa Cuma Satu Tersangka?" Tanya Hotman Paris

Hotman Paris Hutapea, begitu gregetan dengan kasus yang menimpa mendiang Aldama Putra Pongkala, yang tewas dianiaya seniornya, Muhammad Rusdi di Kampus Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar.

Dia dikunjungi dua paman almarhum. Keduanya memakai topi hitam. Hotman menerima keduanya di Kopi Joni, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Mengenakan baju dan topi merah, Hotman Paris mencecar kedua paman Aldama.

"Ini terkait kasus penganiayaan mahasiswa ATKP Makassar, dua pamannya datang ke Kopi Joni," ujar Hotman menghadap ke kamera.

Hotman pun kemudian berbalik menghadap ke dua pria bertopi hitam yang mengaku paman mendiang Aldama.

"Apa benar almarhum dipanggil seniornya malam itu?" tanya Hotman.

"Ya benar pak?" ujar pria bertopi hitam yang paling kiri.

"Di kamar itu ada berapa seniornya?" kejar Hotman.

Ada 10 orang pak," jawab pria bertopi hitam tadi.

"Ada sepuluh orang senior di kamar itu, kenapa hanya ada satu tersangka," kata Hotman sambil menghadap ke kamera, seakan ingin menegaskan ke Menhub Budi Karya Sumadi dan Kapolda Sulsel, Irjen Hamidin.

Loading...
Loading...