Minggu, 10 Februari 2019 23:41 WITA

CRC Temukan Strong Voters Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Bertambah

Penulis: Rizal
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
CRC Temukan Strong Voters Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Bertambah
Foto/Ist.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Celebes Research Center (CRC) merilis hasil survei nasional terbaru untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Minggu (10/2/2019).

Dari data yang direkam CRC pada 23-31 Januari 2019 tersebut, ditemukan bahwa strong voters atau pemilih garis keras kedua kontestan Pilpres 2019 sama-sama meningkat.

Strong voters pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin meningkat dari 48,2 persen pada September 2018 menjadi 48,8 persen pada Januari 2019 atau bertambah sebesar 0,6 persen.

Sementara itu, pemilih tetap pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno bertambah dari 26,8 persen pada periode September 2018 menjadi 27,3 persen di Januari 2019 atau meningkat sebesar 0,5 persen.

Direktur Riset Celebes Research Center (CRC), Andi Wahyuddin menyebut jika peningkatan strong voters kedua pasangan capres dan cawapres itu tak lepas dari kerja-kerja tim pemenangan keduanya dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini.

"Saya kira itu bisa dianggap sebagai hasil kerja tim pemenangan. Misalnya dengan sosialisasi menyampaikan program sehingga masyarakat yang tadinya ragu-ragu semakin yakin dengan pilihan mereka. Tadinya masih berpikir-pikir atau ada peluang untuk mengubah pilihan mereka, tapi dengan adanya kerja-kerja pemenangan yang dilakukan oleh masing-masing kandidat membuat pemilih mereka semakin loyal. Indikator itulah yang terpotret dari survei itu dengan meningkatnya strong voters masing-masing kandidat," ungkapnya saat dikonfirmasi Rakyatku.com melalui telepon seluler, Minggu malam (10/2/2019).

Meskipun sama-sama meningkat, menurut Wahyuddin, sisi peningkatan baik dari sisi elektabilitas maupun strong voters kedua pasanga dari September 2018 sampai Januari 2019 tidak mengalami perubahan peta yang signifikan. 

"Artinya meskipun selama ini kerja-kerja intens yang dilakukan oleh tim pemenangan tapi karena keduanya sama-sama bekerja sehingga tidak banyak mengubah. Bisa jadi juga misalnya terjadi perpindahan pemilih. Misalnya pemilih Jokowi pindah ke Prabowo, tapi pada saat bersamaan bisa jadi juga ada juga pemilih Prabowo yang pindah ke Jokowi," pungkasnya.
 

Loading...