Kamis, 31 Januari 2019 17:46 WITA

Bupati Maros Mutasi 240 Pejabat, Termasuk Pimpinan RSUD Salewangang

Penulis: Muh. Basri
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Bupati Maros Mutasi 240 Pejabat, Termasuk Pimpinan RSUD Salewangang

RAKYATKU.CO, MAROS - Gerbong mutasi di lingkup Pemerintah Kabupaten Maros kembali bergerak. Sebanyak 240 pejabat lingkup Pemkab Maros mengalami pergeseran pada Kamis (31/1/2019). Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Maros, HM Hatta Rahman. 

Jumlah pejabat yang dilantik terdiri dari eselon IVB sebanyak 26 orang, eselon IVA 124 orang, eselon IIIB sebanyak 44 orang, eselon IIIA 36 orang, dan eselon IIB yang setingkat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) sebanyak 10 orang. 

Beberapa kepala OPD yang bergeser yakni kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kamaluddin Nur dimutasi menjadi kepala Dinas Sosial. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Ferdiansyah menggantikan Kamaluddin. Kepala BPBD dimutasi menjadi kepala Badan Satpol PP, Sekretaris DPRD Maros Towadeng bertukar dengan Kepala Bappeda Nooralim. 

Bupati Maros, Hatta Rahman mengatakan, mutasi dan rotasi tersebut merupakan hal yang biasa dan merupakan bagian dari upaya perbaikan. 

“Setelah ini, para pejabat yang telah dilantik untuk bekerja dan merealisasikan program kerja. Dan untuk yang memiliki kendaraan dibas untuk dikembalikan ke bagian asset,” kata Hatta. 

Loading...

Selain itu, Hatta mengingatkan kepada pejabat yang telah dilantik masih bertanggung jawab terhadap jabatan lama sampai audit keuangan BPK selesai. 

Usai pelantikan ini, Hatta menyebut ada beberapa jabatan OPD yang kosong seperti kepala BPBD, satpol PP, staf ahli, asisten II, Disnakertrans. Jabatan tersebut akan kembali dilelang.

Selain itu, buntut dari perseteruan dokter dan manajemen rumah sakit, Hatta mengganti beberapa pejabat di RSUD Salewangang. Jajaran manajemen dirombak oleh Hatta. Hatta mengakui, rotasi jajaran pejabat di lingkup RSUD Salewangang merupakan hal yang dilakukan untuk meredakan ketegangan antara dokter dan manajemen. 

“Iya, ini bentuk cooling down agar hubungan antara rumamanajemen h sakit dengan dokter membaik dan bisa kembali bersinergi. Setelah ini diharapkan kinerja manajemen dan dokter semakin baik,” beber Hatta.

Loading...
Loading...