Rabu, 20 Juli 2016 14:49 WITA

Santoso Tewas Tertembak, Begini Kronologinya

Editor: Mulyadi Abdillah
Santoso Tewas Tertembak, Begini Kronologinya
Jenazah Santoso saat dievakuasi oleh Satgas Operasi Tinombala, Selasa (19/7/2016) (Foto: IST)

RAKYATKU.COM, POSO - Perburuan terduga teroris Santoso alias Abu Wardah akhirnya usai. Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu tewas diterjang peluru Satgas Operasi Tinombala, Senin 18 Juli 2016 di Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara. 

Dalam aksi baku tembak itu, Santoso tewas bersama satu anggotanya, Mukhtar. Sementara tiga orang lainnya berhasil kabur. 

Begini kronologinya yang dikutip dari situs Polda Sulteng. 

Pada hari Senin, (18 Juli 2016), Satgas Gabungan Ops Tinombala mendapati lima orang yang sedang berada di sungai untuk membersihkan diri. 

Belum yakin dengan apa yang dilihatnya,  aparat lalu mendekati sasaran dengan gerakan senyap. Setelah aparat yakin dengan apa yang dilihatnya, pada sore hari sekitar pukul 17.00 wita aparat gabungan langsung melakukan penyergapan.

Merasa terdesak, kelompok Santoso melakukan perlawanan. Kontak senjata pecah. Saling tembak berlangsung kurang lebih setengah jam (30 menit). 

Lokasi kontak terjadi hutan jauh dari pemukiman warga dan berkilo-kilo dari jalan raya. 

Setelah dilakukan penyisiran didapatlah dua jenazah dalam keadaan luka tembak, dan salah satunya ciri-cirinya identik dengan Santoso. Selain dua jenazah didapat juga satu pucuk senjata panjang pabrikan jenis M-16.

Sementara dua perempuan dan satu laki-laki melarikan diri ke dalam hutan secara berpencar, dan saat ini masih terus dalam pengejaran aparat gabungan TNI-Polri.

Santoso Tewas Tertembak, Begini Kronologinya

Kepala Satgas Daerah Ops Tinombala 2016 Kombes Pol Leo Bona Lubis mengatakan, dari hasil identifikasi luar jenazah, salah satu jenazah yang tertembak benar adalah Santoso.

“Ini berdasarkan identifikasi luar, secara penyidikan kami masih menunggu identifikasi lebih lanjut yaitu ante mortem berkaitan dengan DNA, untuk sampel DNA sudah kita ambil saat ini dalam perjalanan, sehingga kita saat ini masih menunggu waktu,” kata Leo Bona Lubis, Selasa (19/07/2016) siang.

Tags