Sabtu, 19 Januari 2019 15:23 WITA

Profesor Australia dan Saudarinya Diduga Diculik di Argentina

Editor: Aswad Syam
Profesor Australia dan Saudarinya Diduga Diculik di Argentina
Dr Lily Pereg dan saudarinya, Pyrhia Sarussi

RAKYATKU.COM, ARGENTINA - Dua perempuan bersaudara, hilang setelah melakukan perjalanan ke Argentina minggu lalu. Salah seorang di antaranya merupakan profesor di sebuah perguruan tinggi di Australia.

Dr Lily Pereg (54), seorang profesor mikrobiologi di Universitas New England, dan kakak perempuannya, Pyrhia Sarussi (63), terakhir terlihat di kota Argentina di Mendoza, mengunjungi putra Sarussi, Gil Pereg (36).

Keduanya terakhir kali terdengar dari lebih dari seminggu lalu, pada dini hari 11 Januari. Polisi setempat mengatakan, mereka mencurigai permainan curang. 

"Kedua saudara perempuan itu, menyewa sebuah apartemen di Mendoza, sebuah kota berpenduduk sekitar 120.000 orang, di pusat kawasan anggur Argentina," kata putri Pyrhia Sarusi Vered, dalam sebuah posting di Facebook.

Putra Nyonya Sarusi, Gil Pereg, mengatakan kepada polisi, dia melihat kedua saudari itu naik bus untuk kembali ke apartemen sewaan mereka, pada dini hari Jumat pagi.

Pereg (36), adalah ketua lokal dari lima perusahaan yang didirikan oleh ibunya, Pyrhia, yang tinggal di Israel. Demikian dilansir Sydney Morning Herald. 

Rumahnya dilaporkan digerebek oleh Polisi Mendoza. 

Keluarga itu juga mempekerjakan seorang pensiunan polisi, yang mengenal dua saudara perempuan secara pribadi, menurut halaman GoFundMe, yang dibentuk untuk membantu menemukan perempuan yang hilang.

Kepolisian Mendoza, Interpol, Polisi Australia dan Polisi Israel, saat ini sedang menyelidiki hilangnya dua bersaudara tersebut.  

Dr Pereg dibesarkan di Israel, di mana ia memperoleh gelar sarjana, kemudian pindah ke Australia pada pertengahan 90-an.

Dia menyelesaikan PhD di Departemen Ilmu Pertanian di Universitas Sydney, dan kemudian pindah ke Universitas New England, di mana dia baru saja diangkat menjadi profesor. 

"Waktu terbatas," halaman GoFundMe berbunyi.

"Setiap hari yang berlalu tanpa kita, mendengar dari para suster yang luar biasa ini, menyayat hati," tambahan halaman GoFundMe.

Loading...