Sabtu, 19 Januari 2019 09:03 WITA

Tak Diberi Uang Beli Narkoba, Guntur Pukul Kepala Ibunya Pakai Linggis

Penulis: Azwar Basir
Editor: Aswad Syam
Tak Diberi Uang Beli Narkoba, Guntur Pukul Kepala Ibunya Pakai Linggis
Guntur alias Petir, memukul kepala ibunya dengan linggis, setelah tak diberi uang untuk beli narkoba.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jumat, 18 Januari 2018. Guntur alias Petir (20), sangat ingin mengonsumsi sabu-sabu.

Hari itu, dia pun mendatangi ibu dan ayahnya. "Bu, mintaka uangta," Guntur meminta.

Ayah dan ibu Guntur sudah tahu kebiasaan putra mereka, mengaku tak memiliki uang.

Guntur pun marah. Ia lepas kendali. Ibu dan ayah yang telah membesarkannya, tampak sebagai orang yang tak berharga di matanya. 
Guntur pun mulai melayangkan pukulan bertubi-tubi di tubuh kedua orang tua yang dulu pernah menyusui dan menyuapinya itu.

Bahkan, saking marahnya, Guntur mengambil sebatang linggis. Besi panjang yang ujungnya runcing itu, lantas dipukulkan ke kepala ibunya. Akibatnya, kepala ibu bocor dan mengeluarkan darah. 

Melihat perlakuan Guntur sudah kelewatan, warga yang melihat kejadian tersebut kemudian melapor ke Polsek Panakkukang. 

Subuh dini hari, Sabtu (19/1/2019). Resmob Polsek Panakkukang kemudian mencari keberadaan Guntur. "Tadi subuh anggota menangkap pelaku di sebuah rumah gubuk sawah, saat ia sedang tertidur pulas," ujar Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda F Harahap. 

Loading...

Setelah ditangkap, pelaku langsung digiring ke Polsek Panakkukang, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari hasil introgasi, pelaku mengakui, ia sering menganiaya ibunya ketika ia meminta uang untuk beli narkoba. Namun tidak diberikan uang. 

"Pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap kedua orang tua kandungnya, dengan cara memukul menendang serta menggunakan linggis untuk memukul kepala ibunya yang mengakibatkan terluka. Itu karena orang tuanya tidak mau memberi uang pembeli narkoba jenis sabu-sabu, sehingga pelaku marah dan melakukan penganiayaan," tutupnya.

Guntur mulai kecanduan sabu-sabu yang dikenalkan teman-teman sepergaulannya.

Setiap saat, warga Pampang itu ingin mengonsumsi barang haram tersebut. Namun, kadang ia tak punya uang untuk membelinya. Harga barang haram tersebut sangat mahal, 1 gram saja yang hanya sesaat dinikmati, bisa sampai ratusan ribu rupiah.

Loading...
Loading...