Kamis, 17 Januari 2019 19:15 WITA

Monyet di India Membunuh Lagi, Nenek Jatuh dari Atap Dikejar Mamalia Itu

Editor: Aswad Syam
Monyet di India Membunuh Lagi, Nenek Jatuh dari Atap Dikejar Mamalia Itu
Monyet di India.

RAKYATKU.COM, INDIA - Seorang wanita berusia 60 tahun, telah meninggal setelah dikejar sampai mati oleh sekelompok monyet di India.

Wanita itu, yang dikenal sebagai Savitri Devi, sedang duduk di teras bersama menantu perempuannya, Renu, ketika monyet menyerang mereka.

Pasangan itu kemudian melarikan diri dari tempat kejadian, dan bergegas menyelamatkan diri dari mamalia yang marah. Tetapi dengan tergesa-gesa, keduanya jatuh dari teras.

Savitri meninggal di tempat, sementara Renu sempat melarikan diri dengan luka-luka, dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Insiden itu terjadi di distrik Balrampur di Uttar Pradesh, di daerah Mathura Bazar, NDTV melaporkan.

Ini terjadi hanya beberapa bulan, setelah seorang wanita dibiarkan berdarah sampai mati usai diserang monyet di kota Agra.

Sanjul Pandey pergi ke ladang dekat rumahnya di kota Agra untuk buang air kecil, ketika dia diserang dan dibunuh sekitar pukul 11.30 malam pada hari Senin.

Kerabat menemukan dia pingsan karena luka-lukanya, dan membawanya ke klinik medis terdekat, di mana dia mati kehabisan darah setelahnya.

Loading...

Warga melaporkan serangan ke polisi malam berikutnya, menyebabkan protes di kota.

Monyet adalah spesies yang dilindungi di India, di bawah Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar, yang berarti mereka tidak dapat dipindahkan dari habitatnya, disterilkan atau dibunuh.

Sanjul meninggal beberapa hari, setelah bayi berusia 12 hari digigit mati oleh monyet lain.

Ibu Neha telah menyusui putranya yang berusia 12 hari, Arush, ketika hewan itu datang ke rumahnya di pinggiran Agra pada hari Senin, menurut laporan Times of India.

Ayah korban Yogesh, seorang pengemudi becak, mengatakan kepada surat kabar, bahwa mereka mengejar monyet itu.

Hewan itu akhirnya meninggalkan bayi itu di atap tetangga - tetapi pada saat itu, sudah terlambat.

Loading...
Loading...