Kamis, 17 Januari 2019 18:22 WITA

IAIN Palopo Akan Pecat Dosen yang Tukar Nilai dengan Produk MLM

Penulis: Hamka Tadda
Editor: Aswad Syam
IAIN Palopo Akan Pecat Dosen yang Tukar Nilai dengan Produk MLM
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, PALOPO - Nasib AL sedang sial. Kariernya di dua perguruan tinggi tempatnya mengajar, terancam tamat.

Itu setelah oknum dosen itu, terbukti menukar nilai mahasiswanya dengan produk Multi Level Marketing (MLM). 

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Palopo, akan segera memecat AL.

Sebelumnya, dia juga akan menjalani sidang kode etik di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Manajemen (STIEM) Muhamadiyah Kota Palopo.

Pemecatan tersebut, dikatakan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Palopo, Kaharuddin, Kamis (17/1/2019).

"Yang bersangkutan akan kami berhentikan. Meskipun oknum dosen itu belum kami panggil, tapi kami sudah terima laporanya," katanya.

Kaharuddin menambahkan, setiap semester pihaknya akan selalu melakukan evaluasi kepada semua dosen. Jika ada dosen yang masuk dalam ketegori sudah tidak dapat lagi mengajar, maka akan dilakukan pergantian.

"Sebenarnya, setiap semester kita selalu evaluasi dosen, ini adalah sebuah keharusan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi kalau ada dosen melakukan masalah begini, pasti kami tidak pakai lagi," imbuhnya.

Loading...

Sebelumnya, oknum dosen IAIN yang juga mengajar di STIEM Muhammadiyah Palopo, diberitakan telah menukar nilai Mahasiswanya dengan produk MLM.

Itu terbukti dari sebuah percakapan WhatsApp, dan rekaman pembicaraan telepon, yang saat ini sedang viral di Kota Idaman, Rabu (16/1/2019) malam.

Dalam percakapan itu, salah satu mahasiswa IAIN mempertanyakan nilainya yang masih kosong. Padahal ujian telah dilakukan.

Dosen tersebut menjawab, nilai mahasiswa itu adalah C, namun belum dicantumkan dalam format penilaian.

Namun mahasiswa tersebut, tetap melakukan protes, karena sebelumnya telah diberi tahu, bahwa nilainya adalah B, bukan nilai C.

Melihat pertanyaan itu, oknum dosen lalu menawarkan jika mau nilai B, maka harus membeli sebuah produk dengan harga ratusan ribu.

Loading...
Loading...