Kamis, 17 Januari 2019 08:23 WITA

Kremlin Bantah Tuduhan Trump Sebagai Agen Rusia, "Itu Bodoh"

Editor: Suriawati
Kremlin Bantah Tuduhan Trump Sebagai Agen Rusia,
Getty Images

RAKYATKU.COM - Para pejabat inti Kremlin mengejek dugaan bahwa Presiden AS bekerja sebagai agen Rusia. Mereka menyebut itu sebagai omong kosong dan mengecam wartawan AS karena memberikan perhatian pada masalah itu.

"(Tuduhan) itu bodoh," kata Yuri Ushakov, seorang pembantu kebijakan luar negeri untuk Presiden Rusia Vladimir Putin. “Bagaimana mungkin presiden Amerika Serikat menjadi agen dari negara lain? Pikirkan saja itu," katanya, dikutip Bloomberg News

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Rabu juga membantah "tuduhan bahwa Presiden Trump secara efektif bekerja sebagai agen Rusia."

Dia juga mengatakan bahwa dalam meliput laporan-laporan itu, media AS “menurunkan standar jurnalistik mereka” dan menampar anggota parlemen karena merusak kemampuan Trump untuk melakukan kebijakan luar negeri.

Baru-baru ini New York Times mengungkapkan bahwa FBI telah membuka penyelidikan kontra intelijen terhadap Donald Trump pada tahun 2017 untuk mengetahui apakah ia secara sadar atau tidak sadar bekerja atas nama Rusia.

Laporan lain dari The Washington Post, mengungkapkan bahwa Trump telah berusaha untuk menyembunyikan detail pertemuannya dengan Putin dari anggota pemerintahannya, mungkin dalam upaya untuk menghindari kebocoran.

Loading...

Namun Trump sendiri telah membantah kedua laporan itu. Dia mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa ia "tidak pernah bekerja untuk Rusia."

Laporan tersebut muncul ketika penasihat khusus Robert Mueller dilaporkan mendekati tahap akhir dalam penyelidikannya atas campur tangan Rusia dalam pemilu 2016 untuk membantu Trump. Penyelidikan itu mencakup apakah Trump atau kampanyenya membantu upaya-upaya itu dan apakah presiden menghalangi keadilan dalam penyelidikan.

Trump secara tegas telah membantah kolusi dengan Rusia dan berpendapat bahwa jika ia tampak terlalu ramah dengan Putin, itu hanya karena ia menginginkan hubungan yang lebih hangat antara AS dan Rusia.

Moskow juga membantah tuduhan itu bahkan ketika Mueller telah mendakwa beberapa warga negara Rusia dan perusahaan-perusahaan sebagai bagian dari penyelidikannya.

Loading...
Loading...