Rabu, 16 Januari 2019 08:25 WITA

Bersitegang: Kanada Keluarkan Peringatan Perjalanan ke China

Editor: Suriawati
Bersitegang: Kanada Keluarkan Peringatan Perjalanan ke China
Robert Lloyd Schellenberg

RAKYATKU.COM - Hubungan antara Beijing dan Ottawa berada pada titik krisis setelah seorang pria Kanada dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan China.

Pada Senin malam, Kementerian Luar Negeri Kanada mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warganya ke China atas "risiko penegakan hukum lokal yang sewenang-wenang."

Itu terjadi setelah hukuman mati dijatuhkan kepada Robert Lloyd Schellenberg selama sidang ulang di kota Dalian pada hari Senin.

Schellenberg dihukum karena menyelundupkan lebih dari 222 kilogram metamfetamin dari Dalian ke Australia pada November 2014.

Keputusan itu diambil ketika hubungan China dan Kanada sedang bersitegang, yang dipicu oleh penangkapan Meng Wanzhou, seorang eksekutif senior di perusahaan teknologi China, Huawei, pada 1 Desember di Vancouver.

Meng kemungkinan akan menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat atas tuduhan bahwa dia membantu Huawei menghindari sanksi AS terhadap Iran.

Loading...

Beijing dengan keras menentang penangkapan Meng. Dalam beberapa minggu setelah penangkapannya, pihak berwenang China menahan dua orang Kanada, yaitu mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor, dengan alasan melakukan "kegiatan yang membahayakan keamanan nasional China."

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan pada hari Selasa bahwa peringatan perjalanan Kanada tidak perlu. Ia menambahkan bahwa orang Kanada aman di China, selama mereka mematuhi hukum negara itu.

"Saya pikir peringatan perjalanan Kanada seperti 'pencuri berteriak pencuri' karena sebenarnya Kanada, bukan China, yang telah secara sewenang-wenang menahan seorang warga negara asing berdasarkan apa yang disebut alasan hukum," katanya.

Sebagai tanggapan, China juga mengeluarkan peringatan perjalanan untuk Kanada pada hari Selasa, dengan pertimbangan "penahanan sewenang-wenang warga negara China."

Loading...
Loading...