Sabtu, 12 Januari 2019 16:05 WITA

Malu Bertanya, Remaja ini Tersesat di Singapura Selama 10 Hari

Editor: Suriawati
Malu Bertanya, Remaja ini Tersesat di Singapura Selama 10 Hari
Pixabay

RAKYATKU.COM - Memang benar pepatah "malu bertanya, sesat di jalan". Dan itu telah menjadi pelajaran berharga bagi Zhang Daming, seorang gadis asal Malaysia berusia 18 tahun.

Dia diduga menghabiskan 10 hari berkeliaran di Singapura,  karena terlalu malu untuk bertanya arah jalan pulang ke tempat dia tinggal.

Zhang dilaporkan bepergian dari Malaysia ke Singapura bulan lalu untuk mencari pekerjaan. Dia menumpang di kamar seorang teman yang telah bekerja di sana selama beberapa waktu.

Pada saat kedatangannya, teman sekamar Zhang Daming memberinya SGD50 (Rp521.000) untuk makanan sebelum berangkat kerja, karena dia hanya memiliki ringgit Malaysia.

Tanpa khawatir tersesat, dia berjalan ke kafe terdekat untuk makan siang, dan menggunakan sebagian dari uang pemberian temannya.

Tapi, begitu dia ingin pulang, dia baru menyadari bahwa dia telah tersesat, dan tidak tahu bagaimana caranya untuk kembali ke gedung apartemen temannya.

Dalam sebuah wawancara, dia mengatakan bahwa dia bingung karena setiap apartemen tampak sama, dan dia tidak bisa mengenali jalan kembali sama sekali.

Yang membuat segalanya menjadi lebih buruk, Zhang meninggalkan telepon, paspor, dan semua ringgit Malaysia-nya di apartemen.

Jadi dia tidak bisa menghubungi temannya untuk meminta bantuan. Satu-satunya cara adalah bertanya ke orang asing, atau eminjam telepon. Tapi ternyata dia terlalu malu melakukan semua itu.

"Aku sangat pemalu. Saya tidak tahu seperti apa orang Singapura, jadi saya tidak berani meminta bantuan atau meminjam telepon. Saya juga tidak dapat menemukan satu pun kantor polisi,” kata remaja Malaysia itu pada Sinchew News.

Jadi, bukannya mencari bantuan penduduk setempat, ia menghabiskan 10 hari berikutnya berkeliaran di kota, tidur di luar gedung apartemen di malam hari, bersantai di kamar kecil di mal dan restoran, dan menggunakan sisa uang yang diberikan temannya untuk membeli makanan murah.

“24 jam pertama, saya tidak berani tidur. Saya berjalan dari pagi hingga subuh,” kenang Zhang.

Tapi segalanya menjadi sangat buruk setelah hari ke-8, karena uangnya sudah habis.

"Saya menghabiskan dua hari berikutnya mengemis dari orang asing," kata remaja itu.

“Saya kelaparan dan dehidrasi, jadi saya memaksakan diri untuk mengemis. Tapi saya tidak berani meminta kepada semua orang, saya hanya meminta pada enam atau tujuh orang dalam dua hari. Beberapa bibi dan paman yang baik hati memberi saya satu atau dua dolar.”

Uang itu hanya cukup bagi Zhang untuk membeli air. Untungnya, dia tidak harus kelaparan terlalu lama, karena pada 6 Januari seorang penduduk setempat mengenalinya dari pengumuman orang hilang dan memberi tahu pihak berwenang.

Menurut laporan eNanayang, teman sekamarnya telah melaporkan dia hilang setelah tidak muncul di rumah.

Akhirnya, dia ditemukan di taman bermain, 6 kilometer dari apartemen temannya.

Zhang Daming dikabarkan telah pulang kembali ke Kuala Lumpur beberapa hari yang lalu. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak mau lagi kembali ke Singapura karena takut tersesat lagi.

Kisahnya baru-baru ini beredar di media sosial Singapura dan Malaysia. Beberapa orang bertanya-tanya bagaimana remaja itu terlalu malu untuk meminta petunjuk tapi tidak malu untuk meminta uang.