Sabtu, 12 Januari 2019 08:07 WITA

"Pengkhianat, Tak Layak Ditolong" Aktivis Wanita Sydney Kecewa, Gadis Murtad Berbelok ke Kanada

Editor: Aswad Syam
Rahaf Mohammed al-Qunun, saat meninggalkan Thailand menuju Kanada.

RAKYATKU.COM, SYDNEY - Rahaf Mohammed al-Qunun, awalnya memilih Australia sebagai rumah aman. Aktivis perempuan negeri Kanguru itu, juga sudah menyiapkan segala administrasi, agar gadis murtad yang melarikan diri dari Saudi Arabia itu, bisa tinggal dengan aman di Australia.

Namun, pada detik-detik terakhir, gadis berusia 18 tahun itu, justru membelok ke Kanada.

Hal tersebut membuat kelompok aktivis perempuan di Sydney kecewa. Mereka merasa Rahaf telah mengkhianati mereka.

Padahal jaringan rahasia wanita Australia, telah membantu Rahaf untuk melarikan diri dari negara asalnya.

Kelompok itu percaya, dia akan menuju Australia sampai semalam, ketika dikonfirmasi bahwa Kanada telah memberikan suaka padanya.  

Remaja itu mengambil penerbangan ke Seoul, Korea Selatan, sebelum naik penerbangan ke Toronto semalam, meskipun petunjuk awal dia menuju Australia.

"Pengkhianat. Dia tak layak ditolong," jelas aktivis Sydney.

Kasusnya dipercepat, setelah mengumpulkan banyak perhatian media. Untuk pengungsi yang mencari suaka di Australia, waktu tunggu umum adalah lebih dari 15 bulan.  

"Kanada sangat yakin, kami akan membela hak asasi manusia dan hak-hak perempuan di seluruh dunia," kata Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. 

"Ketika PBB meminta kami agar kami memberikan suaka miss (Rahaf Mohammed) al-Qunun, kami menerima." 

Duta Besar Kanada melihatnya pergi di bandara, kata Surachate, menambahkan bahwa dia terlihat bahagia dan sehat. “Dia memilih Kanada. Ini keputusan pribadinya," katanya.

Loading...

Tetapi jaringan bawah tanah wanita Australia, yang diduga membantu remaja itu, hancur karena dia tidak akan bergabung dengan mereka di Sydney.

Kelompok itu, yang termasuk mantan perempuan Muslim lainnya yang telah murtad, dikatakan bersembunyi di rumah perlindungan Sydney. 

Salah satu anggota kelompok mengatakan kepada The Australian, "semua orang di sini menangis," setelah mereka mengetahui nasib Ms al-Qunun. 

Anggota lain kelompok itu, yang dikenal sebagai Nourah, melarikan diri dari Arab Saudi pada Oktober 2018, menggambarkan rumahnya yang dulu sebagai 'kerajaan lelaki yang kotor'. 

Kelompok ini terdiri dari perempuan dari berbagai latar belakang yang berbeda. Beberapa di antaranya telah melarikan diri dari Saudi dan pindah agama dari Islam, serta perempuan Australia lainnya yang bersemangat tentang hak asasi manusia.

Selain Ms al-Qunun, kelompok ini saat ini membantu dua wanita lain, yang berusaha melarikan diri dari wilayah tersebut dan telah terjebak di Hong Kong dalam perjalanan ke Australia. 

Salah satu anggota kelompok yang tidak disebutkan namanya, menggambarkan remaja itu sebagai orang yang tidak takut.

Mereka berkata: "Dia takut, tetapi dia tidak takut menggunakan media sosial. 

"Kami telah melihat wanita lain, mereka akan men-tweet kesulitan mereka jika mereka ditahan di bandara, tetapi mereka tidak akan tweet di media, mereka tidak akan menuntut perhatian seperti dia. Dia ketakutan, tetapi dia bertekad untuk tidak dikirim kembali."

Loading...
Loading...