Kamis, 10 Januari 2019 11:01 WITA

Lerymayu Telenggen dan Kaki Tangannya Terdeteksi Masih di Sinak

Editor: Aswad Syam
Lerymayu Telenggen dan Kaki Tangannya Terdeteksi Masih di Sinak
Seorang anggota KKSB yang tertembak saat kontak senjata dengan TNI di Distrik Sinak, Puncak Jaya, Papua.

RAKYATKU.COM, PAPUA - Pimpinan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang mengadang TNI di Distrik Sinak, Puncak Jaya, Papua, Lerymayu Telenggen, dideteksi masih berada di area Sinak.

Pasukan gabungan TNI-Polri yang dipimpin Lettu Inf Seftuci melalui perangkat IT, mendeteksi Lerymayu Telenggen masih ada di Kampung Gigobak, Distrik Sinak.

Dia satu posisi dengan dua orang kepercayaannya, Tininggup Telenggen dan Paku Wanimbo. Pasukan TNI dan Polri yang tergabung dalam Tim Nanggala, sementara memberlakukan siaga 1.

Dibantu Brimob Den A Kotaraja yang melaksanakan pengamanan PT. Moderen di Sinak, tim gabungan terus melakukan pengejaran.

Kemarin, Rabu, 9 Januari 2019, sekitar pukul 09.00 WIT. Pasukan yang hendak mengambil perlengkapan logistik di Bandara Sinak, diadang KKSB pimpinan Lerymayu Telenggen.

"Psingg...teng", sebuah peluru mendesing. Memantul di mobil truk Tim Nanggala TNI 10 dan 8, serta 6 anggota Maleo.

Saat itu, anggota TNI hendak ke Bandara Sinak, Puncak Jaya, mengambil perlengkapan logistik. Ketika diadang Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua Barat.

Tim gabungan yang dipimpin Lettu Inf Seftuci itu pun berhenti. Sopir, Praka Subhan Razak juga ikut turun. "Psingg...crash". Sebuah peluru menembus betis Praka Subhan.

Melihat anggotanya terkena, Lettu Inf Seftuci langsung memerintahkan merangsek maju. Pelan-pelan, mereka berhasil memukul mundur para anggota KKSB. Gerombolan pemberontak yang dipimpin Lerymayu Telenggen itu, kocar-kacir masuk hutan.

Saat Lettu Inf Seftuci melakukan pengejaran, mereka mendapati ada mayat. Otaknya terburai. Mata kirinya hancur. Memakai baju kutang hitam bertuliskan "Supreme". Ada kalung manik di lehernya. Memakai celana bola kuning bergaris merah.

Di nokennya ada bendera Bintang Kejora. Mayat yang diyakini anggota KKSB itu pun diserahkan ke Kepala Distrik Sinak, untuk proses jenazah.

Jenazah diterima Sekdis Sinak disaksikan oleh para kepala kampung dan warga setempat. Warga kemudian menyiapkan perapian, lalu membakar mayat itu di halaman Kantor Distrik Sinak Induk.

Sementara Praka Subhan Razak, diterbangkan ke RSUD Mimika pada pukul 12.00 WIT untuk mendapatkan perawatan. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Muhammad Aidi mengatakan, kondisi Praka Subhan Razak saat ini stabil.