Selasa, 08 Januari 2019 00:29 WITA

Ditikam 19 Kali, Gadis Ini Selamat Setelah Merangkak dari Hutan

Editor: Aswad Syam
Ditikam 19 Kali, Gadis Ini Selamat Setelah Merangkak dari Hutan
Morgan Geyser, Payton Leutner, dan Annisa Weier

RAKYATKU.COM, WISCONSIN - Morgan Geyser menatap sendu. Gadis yang sekarang berusia 17 tahun itu, memohon-mohon kepada hakim Pengadilan Wisconsin, pada persidangan, Senin (7/1/2019).

"Saya membunuh karena dengar bisikan Slender Man pak hakim," ujar Geyser yang didampingi pengacaranya.

Penikaman itu terjadi 2014 lalu. Saat itu, Geyser masih berusia 12 tahun. Bersama rekannya, Annisa Weier, Geyser membawa teman sekelasnya, Payton Leutner di sebuah taman Waukesha, Wisconsin.

Di sana, Geyser menikam tubuh Payton 19 kali. Dia membiarkannya mati, untuk menyenangkan karakter horror fiksi, bernama Slender Man. 

Geyser percaya, Slender Man akan membunuh keluarganya, jika dia tidak menusuk teman sekelasnya yang kelas enam. 

Payton selamat, setelah merangkak keluar dari taman berhutan. Dia ditolong seorang warga, dan melarikan ke rumah sakit.

Geyser mengaku di video, untuk membunuh teman sekelasnya.  

Setelah penangkapannya, Geyser didiagnosis menderita skizofrenia. Dia dinyatakan tidak bersalah atas percobaan pembunuhan dengan cara gila pada tahun 2016. 

Loading...

Selama pendengarannya tahun lalu, Geyser menangis dan meminta maaf kepada korban dan keluarganya. 

Menyebut Payton 'Ella', seperti yang dia lakukan selama pengakuannya, dia meratap, "Saya hanya ingin memberi tahu Ella dan keluarganya, saya minta maaf.

“Aku tidak pernah bermaksud ini terjadi. Saya harap dia baik-baik saja."

Ibu Payton, Stacie, mengajukan pernyataan dampak korban kepada hakim selama persidangan kedua gadis itu. Dia mengatakan, putrinya tidur dengan gunting selama beberapa bulan, setelah serangan itu karena dia dihantui serangan itu.

Korban masih memiliki bekas luka dari tempat dia ditikam. 

Geyser mengaku bersalah atas percobaan pembunuhan tingkat pertama, yang disengaja dan diperintahkan untuk menghabiskan 40 tahun di lembaga tersebut. 

Loading...
Loading...