Minggu, 06 Januari 2019 11:52 WITA

Wanita Psiko Bombardir 159.000 SMS ke Jutawan yang Menolaknya Kencan

Editor: Aswad Syam
Wanita Psiko Bombardir 159.000 SMS ke Jutawan yang Menolaknya Kencan
Jacquelyn Ades

RAKYATKU.COM, FLORIDA - Seorang wanita mengirimi seorang pria pengusaha, 159.000 pesan singkat. Itu setelah jutawan itu menolak ajakannya berkencan. 

Jacquelyn Ades (31), dituduh mengejar-ngejar seorang laki-laki dan membobol rumah pria itu, serta menggunakan bak mandinya. 

Dia juga diduga berbohong, bahwa dia adalah istrinya, setelah kembali ke tempat kerjanya. 

Polisi menangkap Ades di Phoenix, Mei lalu. Ketika mereka menemukan Ades di rumah jutawan itu. Di mobil Ades, ada pisau daging. 

Awalnya dilaporkan, Ades dari Florida, telah mengirim korban 65.000 teks dalam sepuluh bulan. ,Tetapi jumlahnya telah meningkat menjadi setidaknya 159.000, setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh The Arizona Republic. 

Ada pula pesan-pesan bernada mengancam. Bunyinya, "Anda melakukan apa pun yang harus Anda lakukan untuk sampai di sini ... tetapi jangan pernah mencoba meninggalkan saya ... saya akan membunuh Anda ... Saya tidak ingin menjadi seorang pembunuh." 

Loading...

Yang lain diduga menambahkan: "Saya akan membuat sushi dari ginjal dan sumpit dari tulang tangan Anda." 

Ahli kecantikan itu, diduga mulai membuntuti pria itu setelah mereka bertemu di situs jutawan dan berkencan. 

Pria yang tidak disebutkan namanya itu, yang merupakan CEO sebuah perusahaan produk perawatan kulit, mengatakan, dia tidak ingin melayaninya lebih jauh, tetapi dia tampaknya memiliki rencana yang berbeda. 

Ades berada di penjara, menunggu persidangan bulan depan. Tuduhannya, menguntit dan melanggar hukum setelah tidak diberi jaminan. Dia rupanya memberi tahu pihak berwenang, bahwa dia tahu korban tidak tertarik padanya, dan dia tidak ingin melukainya meskipun mengirim pesan mengancam yang dia sebut 'lucu'. 

"Tidak apa-apa jika itu yang dia rasakan," katanya. 'Orang lain harus mencintainya. Dia memiliki begitu banyak cinta. Dia sangat imut. Aku tidak percaya aku membuatnya takut."

Loading...
Loading...